ASPEK.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi terhadap perjalanan panjang Prof. Yusril Ihza Mahendra dalam pemerintahan Indonesia. Menurut Gibran, kiprah Yusril yang melintasi berbagai rezim menunjukkan integritas dan kapasitas yang jarang dimiliki seorang negarawan.
Apresiasi tersebut disampaikan Gibran saat menghadiri peluncuran delapan buku Rekam Jejak 70 Tahun sekaligus perayaan ulang tahun ke-70 Yusril Ihza Mahendra di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2).
Dalam sambutannya, Gibran menyinggung rekam jejak Yusril yang secara konsisten dipercaya mengisi posisi strategis oleh sejumlah presiden.
“Beliau adalah menteri hukum dan perundang-undangan, menteri kehakiman dan HAM di era Presiden Gus Dur, dan Presiden Megawati. Menteri sekretaris negara di era Presiden SBY, dan kini menko hukum, HAM, imigrasi, dan pemasyarakatan di era Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gibran.
Melihat panjangnya pengalaman tersebut, Gibran melontarkan kelakar yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.
“Jadi siapa pun presidennya, menterinya (tetap) Prof Yusril,” ucap Gibran.
Menurut Gibran, Yusril merupakan figur dengan spektrum keahlian luas, mulai dari pemikiran keagamaan, hukum tata negara, hingga politik praktis. Ia menilai pengalaman pendiri Partai Bulan Bintang (PBB) itu menjadi sumber pembelajaran penting bagi generasi muda, terlebih Yusril telah menyandang gelar guru besar hukum tata negara sejak usia 42 tahun.
Gibran juga mengutip pandangan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam kata pengantar buku yang diluncurkan. Keberlanjutan peran Yusril di berbagai pemerintahan, kata Gibran, mencerminkan bentuk pengabdian yang melampaui kepentingan jabatan.
“Seperti yang Bapak Presiden Prabowo sampaikan di kata pengantar beliau, pengabdian Prof Yusril bukan semata soal jabatan, tetapi sebuah pengabdian yang berkesinambungan lintas rezim,” imbuh Gibran.
Ia menegaskan, ketahanan Yusril dalam dinamika politik nasional hanya mungkin dimiliki oleh sosok dengan kejernihan berpikir dan kesetiaan pada negara, bukan sekadar ambisi kekuasaan jangka pendek.
Menutup sambutannya, Gibran menyampaikan doa bagi Yusril yang genap berusia 70 tahun.
“Selamat ulang tahun yang ke-70 untuk Prof Yusril, semoga selalu dilimpahkan kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan,” pungkas Gibran. []
























