ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah mematangkan penyelenggaraan ibadah haji 2026. Jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April, sementara keberangkatan perdana direncanakan sehari setelahnya.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyebut pemberangkatan jemaah gelombang pertama ditargetkan berlangsung pada 22 April 2026. Proses keberangkatan akan berjalan bertahap hingga 21 Mei 2026.
“Kami harapkan keberangkatan pertama bisa dilepas langsung pada 22 April,” ujar Irfan dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4).
Untuk rangkaian ibadah di Tanah Suci, puncak haji diperkirakan terjadi pada 25–26 April saat wukuf di Arafah.
Sementara itu, fase pemulangan jemaah dijadwalkan mulai 1 Juni dan akan berlangsung hingga 1 Juli 2026.
Pemerintah juga menyiapkan total 16 embarkasi untuk keberangkatan haji tahun ini. Dua di antaranya merupakan tambahan baru, yakni embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta.
Dalam hal pelayanan, terdapat empat bandara yang akan menerapkan sistem fast track, yaitu Soekarno-Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar. Melalui sistem ini, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan di Indonesia.
“Dengan fast track, setibanya di Arab Saudi, jemaah bisa langsung menuju bus tanpa pemeriksaan ulang di bandara,” jelas Irfan.
Dari sisi kesiapan layanan, pemerintah menyatakan persiapan haji 2026 hampir rampung sepenuhnya. Saat ini, proses yang dilakukan tinggal tahap pengecekan akhir operasional.
Untuk akomodasi, disiapkan 177 hotel di Makkah dan 100 hotel di Madinah. Layanan konsumsi juga telah dipastikan, masing-masing 51 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah.
Selain itu, dukungan kesehatan mencakup 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah.
Pemerintah memastikan seluruh aspek layanan, mulai dari transportasi hingga kesehatan, telah dipersiapkan guna mendukung kelancaran ibadah jemaah haji Indonesia pada 2026. []
























