ASPEK.ID, JAKARTA – Sebanyak 1.000 unit kendaraan pikap impor asal India telah tiba di Indonesia pada awal pekan ini. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional logistik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Kedatangan unit pertama ini terjadi di tengah sorotan publik, menyusul permintaan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, yang sebelumnya meminta agar rencana impor kendaraan tersebut ditunda.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memastikan bahwa pengadaan tetap berjalan sesuai rencana. Perusahaan bahkan telah membayarkan uang muka sekitar 30 persen untuk total pemesanan 105.000 unit kendaraan dari perusahaan India.
“Iya (sudah sampai 1.000 unit),” kata Joao saat ditemui di kantor Agrinas, Jakarta, Rabu (25/2).
Joao menegaskan, pihaknya tetap memprioritaskan produk dalam negeri. Namun dalam proses evaluasi dan negosiasi, kapasitas produksi nasional disebut belum mampu memenuhi kebutuhan dalam skala besar.
Dalam tahap kualifikasi, Agrinas mengundang sejumlah produsen otomotif domestik. Untuk segmen pikap, nama-nama seperti Toyota Hilux, Isuzu, Mahindra, dan Mitsubishi Triton ikut dalam penjajakan. Sementara untuk kategori truk roda enam, peserta yang terlibat antara lain Isuzu, Hino, dan Foton.
Hasil negosiasi menunjukkan total kemampuan suplai produsen dalam negeri hanya mencapai 45.000 unit. Rinciannya: Mitsubishi Fuso 20.600 unit, Foton Aumark 13.500 unit, Hino 10.000 unit, dan Isuzu Canter 900 unit.
Keterbatasan tersebut menjadi alasan Agrinas akhirnya membuka opsi impor dari India.
“Jadi saya pikir pengadaan mobil dari India ini cukup fair. Kami sudah beri kesempatan kepada semua pihak dan ternyata memang produsen kita belum mampu,” katanya.
Selain faktor kapasitas, aspek harga juga menjadi pertimbangan. Joao menilai skema penawaran dari produsen dalam negeri belum cukup kompetitif meski pembelian dilakukan dalam jumlah besar.
“Saya pikir kalau bisa kita dapatkan yang lebih kuat dan lebih murah, kenapa kita harus beli yang lebih lemah dan lebih mahal?” pungkasnya.
Program pengadaan kendaraan ini merupakan bagian dari dukungan logistik untuk pembangunan 80.000 Kopdes Merah Putih di berbagai daerah.
Agrinas memperoleh dukungan pembiayaan dari bank-bank Himbara dengan total plafon mencapai Rp 200 triliun. Hingga saat ini, realisasi pendanaan disebut telah mencapai Rp 90 triliun.
Dengan kedatangan 1.000 unit pertama ini, pengadaan kendaraan impor untuk mendukung proyek besar tersebut resmi memasuki tahap realisasi fisik — di tengah perdebatan soal keberpihakan terhadap industri otomotif nasional. []
























