ASPEK.ID – Bandara Internasional Palm Beach di Florida, Amerika Serikat, bakal berganti nama menjadi Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump. Kebijakan ini diteken langsung oleh Gubernur Florida, Ron DeSantis, dan dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Meski sudah disetujui di tingkat negara bagian, perubahan nama tersebut belum sepenuhnya final. Prosesnya masih menunggu persetujuan dari Federal Aviation Administration (FAA).
Mengutip CNBC, FAA menyebut perlu ada sejumlah penyesuaian administratif sebelum nama baru resmi digunakan. Penyesuaian itu mencakup pembaruan data penerbangan hingga peta navigasi.
Pemilihan nama Donald Trump disebut berkaitan dengan kedekatannya dengan wilayah tersebut. Selama menjabat sebagai presiden, Trump kerap menggunakan bandara ini untuk menuju resor pribadinya, Mar-a-Lago, yang lokasinya sekitar lima mil dari bandara.
Sebelumnya, pihak Trump Organization melalui salah satu entitasnya juga telah mengajukan permohonan merek dagang atas nama baru bandara tersebut. Wakil Presiden Eksekutif perusahaan itu, Eric Trump, menyambut positif keputusan tersebut.
“Bangga bisa memainkan peran kecil dalam mewujudkan hal ini. Terima kasih banyak kepada Gubernur DeSantis dan mayoritas besar di Dewan Perwakilan Florida,” tulis Eric melalui unggahannya di media sosial X, Rabu (1/4).
Namun, kebijakan ini menuai kritik dari kubu oposisi. Pemimpin Demokrat di DPRD Florida, Fentrice Driskell, menilai pergantian nama bandara justru membebani anggaran negara.
Diperkirakan, biaya yang dibutuhkan untuk proses tersebut mencapai US$5 juta atau sekitar Rp79 miliar.
“Biaya hidup terus meningkat bagi warga Florida, namun pemimpin Republik justru memprioritaskan pemborosan anggaran untuk mengganti nama bandara daripada menurunkan biaya hidup masyarakat,” tegas Driskell.
Upaya penggunaan nama Trump untuk fasilitas publik sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, sempat muncul wacana penamaan Washington Dulles International Airport dan Stasiun Penn di New York dengan nama Trump, sebagai bentuk apresiasi terhadap pendanaan proyek federal.
Belakangan, nama Trump juga mulai muncul di berbagai fasilitas publik lain di AS, termasuk lembaga seni hingga institusi pendidikan. Bahkan, Departemen Keuangan AS disebut tengah menyiapkan desain uang kertas terbaru yang akan memuat tanda tangan Trump, serta koin emas edisi khusus dalam rangka peringatan 250 tahun Amerika Serikat. []















