ASPEK.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sepakat mendesak penghentian segera konflik di Timur Tengah. Kesepakatan itu disampaikan dalam percakapan via telepon pada Jumat (3/4).
Dilaporkan kantor berita AFP, Sabtu (4/4), pembicaraan kedua pemimpin tersebut turut membahas eskalasi perang yang kian meluas di kawasan.
Kremlin menyebut, Putin dan Erdogan memiliki pandangan yang sama terkait pentingnya gencatan senjata serta upaya mendorong kesepakatan damai yang adil bagi semua pihak.
“Para pemimpin mencatat kesamaan posisi mereka mengenai perlunya gencatan senjata segera dan pengembangan perjanjian perdamaian kompromi yang mempertimbangkan kepentingan sah semua negara di kawasan tersebut,” demikian bunyi pernyataan itu.
Keduanya juga menyoroti dampak luas dari konflik yang terus berlangsung. Menurut Kremlin, intensitas serangan militer saat ini tidak hanya berdampak pada kawasan, tetapi juga memicu gangguan global.
“Telah dicatat bahwa aksi militer yang intensif menyebabkan konsekuensi negatif yang serius tidak hanya di tingkat regional tetapi juga global, termasuk di bidang energi, perdagangan, dan logistik,” tambah Kremlin.
Diketahui, ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Serangan balasan tersebut memicu korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu stabilitas pasar global dan jalur penerbangan internasional. []















