ASPEK.ID, JAKARTA – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas menyusul proposal baru dari Teheran yang diragukan akan diterima oleh Presiden Donald Trump.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai ada dua skenario yang berpotensi terjadi jika proposal tersebut ditolak Washington.
Skenario pertama adalah kemungkinan aksi militer kembali dilakukan AS terhadap Iran. Namun, menurut Hikmahanto, langkah itu tidak mudah bagi Trump karena terbentur aturan domestik.
“Kemungkinan pertama AS akan menyerang kembali Iran. Masalahnya bagi Trump ia belum mendapat persetujuan dari Kongres. Kalau kemarin AS menyerang memang tidak membutuhkan approval dari Kongres hanya saja masa berlakunya hanya untuk 60 hari. Saat ini kan sudah 60 hari,” kata Juwana, Senin (4/5).
Di sisi lain, skenario kedua justru membuka peluang meredanya konflik tanpa kesepakatan formal baru. Perundingan lanjutan bisa saja tidak dilanjutkan, namun gencatan senjata tetap berlangsung.
“Kemungkinan kedua, proposal tidak diterima dan perundingan putaran berikut tidak dilakukan namun gencatan senjata terus diberlakukan oleh Trump,” katanya.
Menurutnya, opsi ini bisa menjadi jalan keluar politik bagi Trump di tengah keterbatasan dukungan dari Kongres.
“Kemungkinan kedua ini sebagai exit strategy dari Trump dengan menyalahkan Kongres karena Trump diminta untuk mendapatkan persetujuan,” ujarnya.
“Trump akan mengatakan seandainya Kongres memberi persetujuan sudah pasti AS akan menyerang Iran dan melumatkan Iran, termasuk kemampuannya untuk mengembangkan senjata nuklir dan pengayaan uranium,”
Sebelumnya, media Iran melaporkan Teheran telah mengajukan proposal 14 poin melalui mediator Pakistan. Proposal itu mencakup penghentian konflik di berbagai lini hingga pengaturan baru di Selat Hormuz.
Namun Trump langsung merespons dingin rencana tersebut. Ia meragukan Iran telah memenuhi syarat untuk sebuah kesepakatan.
“Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi tidak dapat membayangkan bahwa itu akan diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir,”
Trump juga membuka peluang aksi militer jika situasi memburuk.
“Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, tetapi saat ini, kita akan lihat,”
“Tetapi itu adalah kemungkinan yang bisa terjadi, tentu saja,” pungkasnya. []
























