ASPEK.ID, JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta memicu banjir di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 55 RT dan tiga ruas jalan terdampak genangan.
Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur sejak siang hingga sore hari. Selain itu, luapan air dari beberapa kali turut memperparah kondisi di lapangan.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan, mengatakan genangan dipicu oleh meluapnya Kali Krukut dan Kali Grogol Mampang.
“Genangan terjadi karena curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut dan Kali Grogol Mampang. Saat ini masih dalam proses penanganan oleh petugas di lapangan,” kata Yohan dalam keterangannya, Senin (4/5).
Saat ini, petugas masih terus melakukan penanganan untuk mengatasi genangan di wilayah terdampak. Upaya tersebut dilakukan agar air dapat segera surut dan aktivitas warga kembali normal.
Data banjir ini tercatat BPBD DKI per pukul 19.00 WIB. Berikut datanya:
Jakarta Selatan terdapat 51 RT banjir:
- – Kel. Cilandak Timur: 2 RT
- – Kel. Cilandak Barat: 1 RT
- – Kel. Lebak Bulus: 1 RT
- – Kel. Petogogogan: 37 RT
- – Kel. Pela Mampang: 9 RT
- – Kel. Bangka: 1 RT
Jakarta Barat terdapat 4 RT banjir:
- – Kel. Sukabumi Selatan: 2 RT
- – Kel. Sukabumi Utara: 2 RT
Ketinggian: 30 s.d 120 cm
Penyebab: Curah Hujan Tinggi, Luapan Kali Krukut, Luapan Kali Grogol Mampang
Kondisi: Dalam Proses Penanganan
Jalan tergenang terdiri dari:
- Jl. Swadarma Kel. Ulujami, Jakarta Selatan
- Jl. Ciledug Raya (Seskoal), Kel. Cipulir, Jakarta Selatan
- Jl. Kartika (kolong Toll Jorr), Meruya Utara, Jakarta Barat.
Yohan memastikan BPBD bersama instansi terkait telah mengerahkan personel untuk menangani genangan. Upaya yang dilakukan meliputi penyedotan air hingga memastikan saluran air berfungsi optimal.
“BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Bina Marga, serta Gulkarmat untuk melakukan penyedotan. Kami juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi,” ujarnya.
BPBD menargetkan genangan dapat segera surut dalam waktu cepat. Masyarakat pun diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan maupun banjir susulan.
“Dalam keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112 yang beroperasi 24 jam secara gratis,” pungkasnya. []
























