ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan komitmennya memberantas praktik haji ilegal pada musim haji 1447 H/2026 M. Dalam sepekan terakhir, sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI) ditangkap aparat Arab Saudi karena diduga terlibat promosi hingga jual beli haji nonprosedural.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan pemerintah mendukung penuh langkah Arab Saudi dalam menindak praktik haji tanpa izin resmi.
“Pemerintah Indonesia mendukung penuh kebijakan Arab Saudi, La Haj bila Tasrih, atau tidak ada haji tanpa izin resmi. Jika ada WNI yang menghadapi proses hukum, penanganannya sepenuhnya kami serahkan kepada otoritas hukum Arab Saudi. Pemerintah Indonesia tidak akan melakukan intervensi,” tegas Maria di Jakarta, Kamis (7/5).
Maria menyebut penindakan tidak hanya menyasar calon jemaah ilegal, tetapi juga pihak yang mengorganisir, memfasilitasi, hingga mengambil keuntungan dari praktik tersebut.
Di Indonesia, Satgas Haji Ilegal yang terdiri dari Kemenhaj, Polri, dan Kementerian Imigrasi serta Pemasyarakatan juga terus melakukan pengawasan di sejumlah titik keberangkatan.
“Operasi Satgas Haji Ilegal telah menggagalkan sejumlah keberangkatan yang diduga terkait haji ilegal. Ini bentuk kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari penipuan dan eksploitasi berkedok keberangkatan haji,” kata Maria.
Kemenhaj mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran berhaji tanpa antre melalui jalur ilegal. Sebab, selain merugikan secara materi, pelaku maupun calon jemaah bisa terkena sanksi pidana, deportasi, hingga larangan masuk Arab Saudi selama 10 tahun.
“Ibadah haji harus dilaksanakan dengan cara yang sah, aman, tertib, dan sesuai aturan. Jika menemukan indikasi penipuan atau praktik haji ilegal, segera laporkan kepada aparat kepolisian,” ujarnya.
Sementara itu, operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia hingga Selasa (5/5) disebut berjalan lancar. Hingga 4 Mei 2026, tercatat 229 kelompok terbang (kloter) dengan total 89.051 jemaah dan 912 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Sebanyak 219 kloter yang membawa 85.039 jemaah sudah tiba di Madinah. Adapun 68 kloter berisi 26.037 jemaah telah bergerak menuju Makkah untuk menjalani umrah wajib dan persiapan puncak ibadah haji.
Dari sisi kesehatan, tercatat 10.746 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 139 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 208 jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Saat ini masih ada 76 jemaah yang menjalani perawatan.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah menjaga kesehatan mengingat suhu di Madinah dan Makkah berkisar 37-39 derajat Celsius.
“Mari kita prioritaskan kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kekhusyukan ibadah agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji secara optimal,” tutup Maria. []
























