ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Singapura di Jakarta terkait dua warga negara (WN) Singapura yang meninggal dunia akibat letusan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara.
Kepala Subdirektorat Jasa Kekonsuleran Kemlu RI, Yoshi Iskandar, mengatakan pihaknya langsung menyampaikan informasi resmi kepada otoritas Singapura setelah menerima laporan mengenai korban.
“Informasi yang kita dapat setelah saya kumpulkan, tentunya kita sampaikan kepada kedutaan yang warganya terdampak. Nah yang kami tahu ya, sesuai dengan informasi yang kita terima dan berada di media, itu kami berkoordinasi dengan Embassy Singapura yang ada di Jakarta, langsung,” ujar Yoshi saat dihubungi, Sabtu (9/5).
Kemlu juga telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada Kedubes Singapura terkait proses evakuasi korban di Halmahera Utara.
“Kita menyampaikan notifikasi pemberitahuan secara resmi kepada Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, bahwa ada warganya yang saat ini dilakukan evakuasi dari gunung yang ada di Halmahera Utara,” katanya.
Yoshi menambahkan pemerintah terus memantau proses penanganan di lapangan dan menyampaikan perkembangan terbaru kepada pihak Singapura, termasuk informasi dari Basarnas.
Dia memastikan otoritas Singapura terus menerima pembaruan terkait kondisi para korban dan proses evakuasi.
Sebelumnya, jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono bertambah menjadi tiga orang. Korban terdiri dari dua warga Singapura dan satu WNI asal Jayapura.
“Iya, tiga meninggal dunia,” kata Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu saat dihubungi, Jumat (8/5).
Erlichson mengatakan identitas para korban belum dapat dipublikasikan. Namun, dia memastikan dua korban merupakan warga negara Singapura.
“Yaitu dua warga Singapura dan satu warga lokal kelahiran Jayapura,” katanya. []























