ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan lawatan ke Eropa. Kali ini, Prabowo dijadwalkan mengunjungi Prancis untuk bertemu Presiden Emmanuel Macron sebelum melanjutkan kunjungan ke Austria dan Hungaria.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menilai rangkaian kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global. Menurutnya, langkah itu juga ditujukan untuk mengoptimalkan potensi komoditas strategis Indonesia, termasuk nikel, menjadi peluang investasi dan kerja sama yang lebih konkret.
“Indonesia tidak sekadar berkunjung. Pak Prabowo sedang mengonversi keunggulan komoditas nikel dan posisi geopolitik kita menjadi investasi nyata dan benteng keamanan sebelum jendela peluang global ini tertutup,” kata Sugiat dalam keterangannya, Jumat (29/5).
Sugiat mengatakan kebijakan luar negeri yang dijalankan Prabowo mengedepankan diplomasi yang proaktif atau diplomasi ofensif. Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan untuk memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus mengantisipasi berbagai tantangan global.
“Prabowo melangkah lebih awal sebelum didikte oleh negara lain. Dia mengambil posisi tegas dalam menyatakan kedaulatan, posisi politik, dan membela warga negaranya dengan terukur,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu menyebut tiga negara tujuan Prabowo memiliki nilai strategis bagi Indonesia. Prancis dinilai penting dalam penguatan hubungan politik dan kerja sama bilateral, sementara Austria disebut sebagai salah satu pusat industri manufaktur presisi di Eropa Tengah.
“Kedekatan politik yang dibangun bertahap melalui kunjungan berulang adalah syarat mutlak dalam bekerja sama dengan Macron,” katanya.
Adapun Hungaria dinilai memiliki peran penting dalam industri kendaraan listrik Eropa karena menjadi lokasi berbagai proyek gigafactory baterai.
“Pak Prabowo datang ke sana bukan sebagai peminta-minta bantuan, tetapi sebagai pemilik komoditas strategis yang menentukan masa depan industri otomotif dunia,” katanya.
Sugiat juga menilai kunjungan Prabowo ke Prancis mencerminkan pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Menurutnya, Indonesia berupaya menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan dunia tanpa berpihak pada salah satu blok.
“Kunjungan ke Prancis ini bukti nyata politik Bebas-Aktif yang berwibawa. Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk ke China, dan tidak takut pada tekanan NATO saat berhubungan dengan Rusia demi mengamankan pasokan minyak dan LPG murah untuk rakyat,” katanya.
“Pak Prabowo sedang mempraktikkan hedging (keseimbangan geopolitik) tingkat tinggi agar Indonesia tidak bisa diabaikan oleh kekuatan dunia mana pun,” lanjut dia. []
























