ASPEK.ID, JAKARTA – Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap proyek di Kabupaten Langkat.
Pantauan di lokasi, Jumat (3/7), Syah Afandin tiba sekitar pukul 14.22 WIB menggunakan kendaraan dan langsung memasuki area gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Langkat tersebut.
“Bupati Langkat, salah satu yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, sudah tiba di Gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 14.30 WIB,” ujar Budi kepada wartawan, Jumat (3/7).
Menurut Budi, Syah Afandin akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut bersama pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut.
OTT yang dilakukan KPK diduga berkaitan dengan praktik suap dalam proyek di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.
Dalam operasi itu, KPK mengamankan tujuh orang. Selain Bupati Langkat, terdapat seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat serta lima orang dari pihak swasta.
Ketujuh orang tersebut diamankan di sejumlah lokasi berbeda, yakni di Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kota Medan.
Hingga kini, seluruh pihak yang diamankan masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu paling lama 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam OTT tersebut. []
























