ASPEK.ID, SAMOSIR – Dua personel Polres Samosir, Sumatera Utara, ditangkap karena diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Keduanya adalah Brigadir DW dan Aipda ES yang kini telah ditahan di Polda Sumatera Utara untuk menjalani proses hukum.
Plt Kasi Humas Polres Samosir, Brigadir Gunawan Situmorang, membenarkan penangkapan kedua anggotanya tersebut. Ia mengatakan kasus itu terungkap saat Satresnarkoba Polres Samosir menggelar Operasi Antik Toba 2026.
“Awalnya petugas menangkap seorang pria berinisial R di kawasan Aek Rangat, Kecamatan Pangururan, pada 2 Juni 2026. Saat diperiksa, R mengaku memperoleh sabu dari seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Samosir,” ujar dia, Senin (13/7/2026).
Berbekal keterangan itu, petugas melakukan pengembangan dan menangkap Brigadir DW pada hari yang sama. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sabu dengan berat sekitar 5,5 gram.
“Dari tangan Brigadir DW disita barang bukti sabu 5 gram. Hasil pemeriksaan terhadap Brigadir DW mengarah kepada seorang anggota lainnya, yakni Aipda ES,” kata Gunawan.
Penyelidikan kemudian berlanjut kepada Aipda ES. Berdasarkan pengakuan Brigadir DW, sabu tersebut diperoleh dari rekannya itu. Petugas pun menangkap Aipda ES saat sedang melakukan perjalanan dinas menuju Kota Medan.
“Saat diperiksa, Aipda ES sempat membantah terlibat dalam peredaran narkotika. Namun saat ponselnya diperiksa, ditemukan bukti bukti percakapan terkait pemesanan sabu,” jelasnya.
Selain dugaan keterlibatan dalam peredaran sabu, hasil tes urine menunjukkan Brigadir DW dan Aipda ES positif menggunakan narkoba.
Selanjutnya, tersangka R bersama Brigadir DW dan Aipda ES diserahkan ke Polda Sumatera Utara untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.
“Tersangka R, Brigadir DW, dan Aipda ES saat ini ditahan di Polda Sumut karena penanganan perkaranya telah dilimpahkan ke sana,” paparnya.
Penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk menelusuri sejak kapan kedua anggota polisi tersebut diduga terlibat dalam peredaran sabu dan kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat.
“Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sudah berapa lama aktivitas itu berlangsung dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” kata Gunawan. []
























