ASPEK.ID, INDRAMAYU – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut yang melibatkan mobil pick up dan truk tronton di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, bertambah menjadi 13 orang. Sebelumnya, korban tewas dilaporkan berjumlah 10 orang.
Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat membenarkan adanya penambahan korban jiwa. Tiga korban yang sebelumnya menjalani perawatan akhirnya meninggal dunia, sehingga total korban tewas kini mencapai 13 orang.
“Semuanya 13. Yang 3 orang meninggal di TKP, 4 di RS Plumbon, 6 di RS Bhayangkara,” kata Undang, Senin (13/7/2026).
Data kepolisian mencatat delapan korban meninggal merupakan warga Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Mereka adalah Idah, Karsini, Sanera, Yunah, Ayu, Shinta, Al, dan Warsidi yang merupakan pengemudi mobil pick up.
Ketua RT 13 Blok Cemeti, Rawid, membenarkan sebagian besar korban merupakan warganya.
“Betul, delapan orang itu warga kami,” katanya.
Selain itu, tiga korban lainnya diketahui berasal dari Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Seluruh korban merupakan rombongan yang baru pulang usai mengantar pengantin dari Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.
Kecelakaan terjadi saat mobil pick up bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warsidi hendak berputar arah di putaran Kiajaran Kulon. Pada saat bersamaan, dari arah yang sama melaju truk tronton bernomor polisi B 9260 TEV yang dikemudikan Deden Ibad hingga tabrakan keras tak dapat dihindari.
Benturan menyebabkan belasan penumpang mobil pick up terpental ke badan jalan. Tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara korban lainnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Losarang dan RS Mitra Plumbon Widasari.
Seiring penanganan medis, jumlah korban meninggal terus bertambah. Sejumlah korban yang mengalami luka berat, terutama di bagian kepala, mengembuskan napas terakhir saat perjalanan menuju rumah sakit maupun ketika menjalani perawatan. Hingga Minggu malam, beberapa korban lainnya masih dirawat intensif.
Rawid mengatakan rombongan tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah mengantar pengantin.
“Informasinya mereka habis mengantar pengantin di Desa Parean Kandanghaur. Informasi terbaru supirnya juga meninggal dunia,” kata Rawid.
Sementara itu, sopir truk tronton, Deden Ibad, mengaku mobil pick up di depannya berhenti secara tiba-tiba saat hendak berbelok.
“Saya tidak tega melihat kondisi korban yang berjatuhan di jalan. Kondisi mobil di depan saya itu mendadak berhenti saat akan manuver belok ke arah kanan,” ujar Deden Ibad. []
























