ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tetap berada di atas level 5%. Keyakinan tersebut didasarkan pada masih kuatnya investasi serta berbagai insentif yang digulirkan pemerintah untuk menjaga aktivitas ekonomi.
“Kita monitor aja. Di atas 5% (pertumbuhan ekonomi), masih,” ujar Airlangga kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut Airlangga, investasi masih menjadi motor penggerak dan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi pada periode April-Juni 2026. Selain itu, berbagai kebijakan insentif yang telah dikeluarkan pemerintah juga dinilai turut menjaga momentum pertumbuhan.
“Kuartal ke-2 masih terkait dengan investasi, terkait dengan beberapa insentif yang didorong oleh pemerintah,” pungkasnya.
Pemerintah dijadwalkan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 pada 5 Agustus 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga menanggapi kemungkinan pemberian insentif khusus menyusul ancaman fenomena Godzilla El Nino yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah. Ia mengatakan pemerintah akan memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.
“Nanti kita lihat selalu kita berikan kemudahan untuk pangan,” ujarnya.
Selain menjaga pasokan pangan, pemerintah juga terus menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pompanisasi di daerah yang masih memiliki sumber air serta mendistribusikan air ke kawasan pertanian yang tetap produktif.
“Kita monitor aja karena memang di beberapa daerah hujan kan sudah tidak turun dan mana daerah yang bisa diselesaikan dengan pompanisasi dimana sungai-sungainya yang masih banyak air dan bagaimana mendistribusikan air itu ke daerah-daerah yang produktif,” ujarnya. []
























