• Latest
  • Trending
Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Jangan Cuma Protes! Komisi VIII DPR Minta Malaysia-Singapura Ikut Cegah Karhutla

Gempa Kembali Terjadi di NTT pada Minggu 16 Agustus Berkekuatan M 5,2

Dentuman Saat Gempa di Yogyakarta, BMKG Beri Penjelasan

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, Pengungsi Tembus 110 Ribu

PT Wika Siap Bangun Gedung Tertinggi di Afrika Barat

Dony Oskaria: WIKA Buat Laporan yang Realistis Saja

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Seharian Bergerak di Zona Hijau, IHSG Akhir Pekan Ditutup di Level 6.525

Dramatis! Tembakan Warnai Penangkapan Dua Tersangka Sabu di Bireuen

KKB Berondong Mobil Polisi di Tolikara, Satu Anggota Terluka

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Airlangga Pembatasan Pertalite Menurut Jenis Kendaraan

BI Aceh Sediakan Rp4 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran, Ini Jadwal dan Lokasinya

Uang Beredar RI Tembus Rp10.371 Triliun pada Juli 2026, Tumbuh 8,3%

Matahari Berubah Merah Menyala di Langit Palangka Raya, Ternyata Ini Penjelasan BMKG

Matahari Berubah Merah Menyala di Langit Palangka Raya, Ternyata Ini Penjelasan BMKG

Kena OTT KPK, Segini Harta Kekayaaan Rektor Unsoed

Kena OTT KPK, Segini Harta Kekayaaan Rektor Unsoed

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Persingkat Khutbah Jumat Ini Penyebabnya

Marc Klok Bicara Peluang Persib Juarai BRI Super League 2025/26

Marc Klok Bicara Spirit Juara Jelang Musim Baru Dimulai

22 Napi Tipikor Berpotensi Bebas, Ada OC Kaligis, Setnov hingga Sejumlah Kepala Daerah

KPK OTT Dosen Teladan Unsoed

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Jangan Cuma Protes! Komisi VIII DPR Minta Malaysia-Singapura Ikut Cegah Karhutla

by Muhammad Fadhil
Agustus 21, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Ilustrasi kebakaran hutan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada September 2019. [Foto: ARIO TANOTO/EPA-EFE/Shutterstock]

ASPEK.ID, JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang meminta Malaysia dan Singapura ikut berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menurutnya, dua negara tetangga itu tidak seharusnya hanya menyampaikan protes ketika asap lintas batas muncul akibat karhutla.

Pernyataan itu disampaikan Marwan menyusul memburuknya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan, yang berpotensi memicu kabut asap hingga ke negara tetangga.

Marwan menilai pemerintah Indonesia perlu memberikan pemahaman kepada Malaysia dan Singapura bahwa penanganan karhutla bukan perkara mudah. Luasnya wilayah Indonesia membuat upaya pengendalian kebakaran membutuhkan sumber daya dan koordinasi yang besar.

BacaJuga

Dentuman Saat Gempa di Yogyakarta, BMKG Beri Penjelasan

Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, Pengungsi Tembus 110 Ribu

Dony Oskaria: WIKA Buat Laporan yang Realistis Saja

Seharian Bergerak di Zona Hijau, IHSG Akhir Pekan Ditutup di Level 6.525

KKB Berondong Mobil Polisi di Tolikara, Satu Anggota Terluka

Airlangga Pembatasan Pertalite Menurut Jenis Kendaraan

Ia juga menyoroti keberadaan perusahaan maupun individu asal Malaysia dan Singapura yang memiliki lahan dan perkebunan, termasuk perkebunan sawit, di Indonesia. Karena itu, kata dia, kedua negara tersebut juga memiliki tanggung jawab dalam upaya pencegahan karhutla.

“Malaysia dan Singapura juga punya kebun di Indonesia. Jangan hanya memprotes, tapi ikut juga melakukan pencegahan. Ada perusahaan dan perorangan mereka yang membuka kebun sawit di sini,” kata Marwan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Marwan bahkan menilai ada kontribusi pihak-pihak dari negara tetangga terhadap munculnya karhutla, sehingga penyelesaiannya tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Indonesia.

“Dari sisi kenegaraan kita bisa meminta maaf atau menerima bantuan. Tapi dari sisi perilaku di lapangan, mereka juga punya peran dalam munculnya kebakaran hutan ini,” ujarnya.

DPR Dorong BNPB Diperkuat

Dalam kesempatan yang sama, Marwan mengatakan potensi karhutla memang meningkat setiap musim kemarau. Karena itu, ia menilai langkah mitigasi seharusnya sudah dilakukan sejak awal oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ia pun kembali mendorong revisi Undang-Undang Penanggulangan Bencana agar BNPB memiliki kewenangan yang lebih kuat hingga ke tingkat daerah, tidak hanya berperan saat bencana telah terjadi.

Menurut Marwan, penguatan kelembagaan BNPB penting agar fungsi mitigasi, pencegahan, dan penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif.

“Keberadaan BNPB harus diperkuat. Di periode lalu kami sudah mengusulkan revisi undang-undangnya, tetapi pembahasannya ditutup. Kami ingin BNPB menjadi lembaga yang kuat dalam mitigasi dan penanganan bencana, bukan sekadar panitia penanganan bencana,” tegasnya. []

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Waka Komisi V DPR Usul Bentuk Lembaga ‘Superbody’ Khusus Tangani Bencana

ASPEK.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengusulkan pembentukan lembaga khusus yang memiliki kewenangan luas atau...

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Karhutla Mengancam Kalimantan, BNPB Temukan 1.487 Hotspot dari Pantauan Satelit

ASPEK.ID, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.487 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan di tengah...

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

ASPEK.ID, BANJARBARU - Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengganggu aktivitas penerbangan di...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In