ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendorong pembenahan laporan keuangan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai bagian dari proses restrukturisasi perusahaan.
Hal tersebut disampaikan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria dalam pertemuannya dengan jajaran direksi WIKA. Pertemuan tersebut membahas strategi restrukturisasi WIKA, termasuk pengawalan laporan keuangan agar sesuai dengan kondisi perusahaan.
“Kita yang realistis saja, enggak mau yang akal-akalan. Kita ingin tahu dulu riilnya berapa yang harus diperbaiki, hal yang khayalan-khayalan kita coret saja semua, anggap udah enggak ada,” kata Dony dalam unggahan Instagram resmi BP BUMN, dikutip Jumat (21/8/2026).
Dony menyebut kemampuan yang benar-benar tersedia juga akan menjadi dasar dalam proses pembenahan WIKA. Proses tersebut dilakukan ketika WIKA masih menghadapi tekanan kinerja keuangan. Demikian dilansir dari Bloomberg Technoz.
Pada kuartal I 2026, WIKA membukukan rugi bersih Rp1,13 triliun, meningkat 45,73% dibandingkan rugi Rp780,17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan WIKA pada tiga bulan pertama 2026 tercatat Rp2,6 triliun, turun 16,39% secara tahunan. Pada periode yang sama, total liabilitas perseroan mencapai sekitar Rp48,16 triliun, sementara ekuitas tercatat sekitar Rp516,08 miliar.
















