ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 111 orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Hingga Sabtu (29/8), gempa susulan masih terus terjadi.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah korban meninggal masih tercatat 111 orang. Dia menyampaikan duka dan doa bagi para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
“Jumlah yang meninggal tetap sebesar 111 orang. Kita mohon doa untuk seluruh yang meninggal akibat gempa ini, kiranya diberikan ketabahan buat keluarga, handai tolan, maupun tetangga-tetangga yang bersama-sama selama ini terkait dengan warga yang meninggal tersebut,” ujar Berton dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 9.278 gempa susulan sejak gempa utama M 7,7 pada 15 Agustus lalu.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2 dan yang terkecil bermagnitudo 1. Sebanyak 153 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
“BMKG mencatat ada 9.278 gempa susulan yang terjadi dengan magnitudo paling besar 6,2, paling kecil 1, dan yang dirasakan oleh masyarakat ada 153 kali,” kata Berton.
Pengungsi Bertambah
BNPB juga mencatat adanya peningkatan jumlah warga yang mengungsi. Berton menjelaskan kenaikan tersebut terjadi setelah dilakukan pembaruan dan validasi data di sejumlah wilayah, khususnya Kabupaten Ngada.
Menurut dia, data pengungsi di Ngada sebelumnya tercatat 3.259 orang. Setelah dilakukan validasi, jumlah tersebut melonjak menjadi 21.552 orang.
“Kenapa ini bertambah sedangkan dua hari yang lalu berkurang? Ini sebenarnya dikarenakan adanya pembaruan data signifikansi yang terjadi di Kabupaten Ngada. Selama ini data-data yang hadir kepada kami kurang update, kurang valid, sehingga dilakukan validasi,” jelasnya.
Bantuan Logistik
Di sisi lain, BNPB menerima tambahan bantuan logistik sebanyak 5 ton pada Sabtu (29/8). Sementara bantuan yang telah dikirimkan disebut mencapai 22 ton.
Secara keseluruhan, BNPB mencatat sebanyak 1.916 ton logistik telah dikirim ke sejumlah wilayah terdampak gempa selama periode 15-29 Agustus 2026.
Rinciannya, sebanyak 1.200 ton dikirim ke Labuan Bajo, 598 ton ke Maumere, 12 ton ke Manggarai Barat, 25 ton ke Manggarai, 30 ton ke Manggarai Timur, 8 ton ke Ngada, 16 ton ke Nagekeo, 16 ton ke Ende, dan 10 ton ke Sikka.
“Secara kualitatif jumlah logistik yang terkirim itu ada sebesar 1.916 ton dalam periode tanggal 15 sampai 29 Agustus 2026,” tutur Berton. []
















