ASPEK.ID, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membantah kabar di media sosial mengenai rencana pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam mengakuisisi saham BCA.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan informasi mengenai rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA tidak benar.
“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” ujar Hera dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Hera mengimbau nasabah dan masyarakat memperoleh informasi mengenai BCA melalui sumber resmi, seperti situs perseroan dan media yang kredibel.
“BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku,” katanya.
Kabar mengenai rencana akuisisi tersebut beredar saat saham BBCA diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Saham BBCA ditutup pada level Rp 6.250 per saham pada perdagangan Jumat (25/9).
Harga tersebut naik 0,40 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Meski naik pada perdagangan terakhir, saham BBCA masih terkoreksi 0,79 persen dalam sepekan terakhir.
Secara year to date (ytd), saham bank dengan kode BBCA tersebut telah turun 22,60 persen.
BCA menegaskan kabar mengenai rencana aksi korporasi yang dikaitkan dengan Haji Isam bukan merupakan informasi resmi dari perusahaan.
















