ASPEK.ID, JAKARTA – Juara konglomerat Indonesia kembali berubah. Pemilik Grup Djarum, Robert Budi Hartono, kembali menduduki posisi pertama orang terkaya di RI mendepak Prajogo Pangestu yang sebelumnya di puncak.
Berdasarkan daftar Forbes Real-Time Billionaires per 2 November 2026, Robert Budi Hartono memiliki estimasi kekayaan US$12,2 miliar.
Posisi kedua Posisi kedua ditempati Prajogo Pangestu dengan US$10,4 miliar, disusul pengusaha batu bara Low Tuck Kwong dengan US$9,8 miliar.
Ketiganya menjadi gambaran kekayaan para taipan Indonesia masih banyak ditopang bisnis konvensional, mulai dari perbankan, industri rokok, petrokimia, hingga pertambangan batu bara.
Di luar tiga besar, Anthoni Salim dan Tahir bersama keluarga memiliki kekayaan $9,1 miliar dan US$9 miliar.
Sementara, Sri Prakash Lohia memiliki US$8,4 miliar. Dengan demikian, enam orang teratas dalam daftar ini menguasai sekitar 76% dari total kekayaan 10 besar.
Sumber kekayaan konglomerat Indonesia mulai memperlihatkan wajah industri yang berbeda. Otto Toto Sugiri memiliki estimasi kekayaan US$5,7 miliar yang ditopang bisnis pusat data melalui DCI Indonesia.
Kehadiran pengusaha infrastruktur digital ini memperlihatkan bahwa sumber kekayaan di jajaran elite bisnis Indonesia tidak hanya berasal dari sektor-sektor mapan.















