• Latest
  • Trending
Alarm BPJS Kesehatan! Potensi Kecurangan Layanan Masih Capai Rp6 Triliun

Alarm BPJS Kesehatan! Potensi Kecurangan Layanan Masih Capai Rp6 Triliun

Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Menkes: Indonesia Butuh 30 Ribu dokter Spesialias, yang ada Hanya 2.700/Tahun 30.000

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Jadi Tamu Asing Utama Eastern Economic Forum 2026 di Rusia

Pukat UGM Kritis RUU Perampasan Aset

Pukat UGM Kritis RUU Perampasan Aset

Gempa M7,7 Guncang NTT, Dua Warg Meninggal Dunia di Sikka

Wamenkes: Relawan Medis di Gempa NTT Diberi Rp 350.000/Hari

Pelindo Marine Ajak Anak Kenjeran Belajar Lingkungan dan Kapal Tunda

Pelindo Marine Ajak Anak Kenjeran Belajar Lingkungan dan Kapal Tunda

Kamis Pagi, Kualitas udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

Rosan: Realisasi Investasi Nasional di Jakarta Nomor 1 di RI

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Bos MBG Siapkan Skema Baru Insentif SPPG Rp 6 Juta per Hari

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor

Pengamanan Demo 27 Agustus di DPR Dibagi 6 Zona

Polisi Tangkap 322 Terduga Perusuh Usai Aksi di DPR

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

Purbaya Yakin Pertumbuhan 6 Persen pada 2027 Ciptakan 2,4 Juta Lapangan Kerja

Prabowo Panggil Panglima Jilah ke Istana

Prabowo Panggil Panglima Jilah ke Istana

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Bakal Setor Dividen Rp 120 Triliun ke Kas Negara Tahun Ini

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Agustus 29, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Alarm BPJS Kesehatan! Potensi Kecurangan Layanan Masih Capai Rp6 Triliun

by REDAKSI
Juli 8, 2026
in BERITA TERBARU, BUMN, NEWS
Alarm BPJS Kesehatan! Potensi Kecurangan Layanan Masih Capai Rp6 Triliun

Jakarta – Direktur Utama BPJS Kesehatan mengakui potensi kecurangan (fraud) dalam penyelenggaraan layanan kesehatan nasional masih diperkirakan mencapai sekitar Rp6 triliun. Meski demikian, angka tersebut disebut telah menurun dibandingkan estimasi sebelumnya berkat penguatan sistem pengawasan dan upaya mitigasi yang dilakukan bersama berbagai pihak.

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan antara BPJS Kesehatan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat sinergi pencegahan fraud dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurut BPJS Kesehatan, seluruh pihak yang terlibat dalam pembiayaan layanan kesehatan didorong mematuhi regulasi agar praktik kecurangan dapat terus ditekan.

BacaJuga

Menkes: Indonesia Butuh 30 Ribu dokter Spesialias, yang ada Hanya 2.700/Tahun 30.000

Prabowo Jadi Tamu Asing Utama Eastern Economic Forum 2026 di Rusia

Pukat UGM Kritis RUU Perampasan Aset

Wamenkes: Relawan Medis di Gempa NTT Diberi Rp 350.000/Hari

Pelindo Marine Ajak Anak Kenjeran Belajar Lingkungan dan Kapal Tunda

Rosan: Realisasi Investasi Nasional di Jakarta Nomor 1 di RI

“Semua berusaha mengurangi, kerja sesuai regulasi supaya fraud-nya turun. Angkanya sudah tidak seperti itu ya, turun. Barangkali mungkin sekitar Rp6 triliun,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti.

Ghufron menegaskan BPJS Kesehatan diawasi melalui berbagai mekanisme, mulai dari audit internal hingga pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Apabila ditemukan indikasi fraud, pihak yang bertanggung jawab diwajibkan mengembalikan kerugian yang ditimbulkan.

Dalam pertemuan tersebut, KPK dan BPJS Kesehatan juga membahas sejumlah langkah baru untuk memperkuat sistem pencegahan, di antaranya penerapan Corruption Risk Analysis, penguatan Whistleblowing System, serta mekanisme pengawasan lainnya yang akan melengkapi nota kesepahaman kedua lembaga.

Kasus fraud dalam layanan kesehatan umumnya mencakup berbagai modus, seperti phantom billing (klaim fiktif), manipulasi diagnosis, hingga klaim berlebihan (overclaim). Pemerintah sebelumnya juga telah membentuk Tim Pencegahan Kecurangan JKN untuk memperkuat pengawasan di fasilitas kesehatan dan menindak pelaku yang terbukti melakukan penyimpangan.

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Menkes: Indonesia Butuh 30 Ribu dokter Spesialias, yang ada Hanya 2.700/Tahun 30.000

  ASPEK.ID, JAKARTA -  Indonesia masih menghadapi krisis dokter spesialis. Di tengah jumlah penduduk yang mencapai 280 juta jiwa, dokter...

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Jadi Tamu Asing Utama Eastern Economic Forum 2026 di Rusia

    ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Indonesia Prabowo Subianto menjadi tamu asing utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) 2026 yang...

Pukat UGM Kritis RUU Perampasan Aset

Pukat UGM Kritis RUU Perampasan Aset

    ASPEK.ID,  YOGYAKARTA -  Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Zaenur Rohman, memberikan sederet catatan kritis terhadap janji pimpinan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In