ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko D Heripoerwanto meyakini bahwa sektor properti akan tetap menjadi ujung tombak pemulihan ekonomi.
Alasannya adalah, sektor ini memiliki efek pengganda yang menggerakkan sekitar 170 industri lainnya.
“Secara universal sektor properti merupakan sektor yang penting karena mampu menarik dan mengembangkan berbagai macam sektor, seperti sektor jasa, pembangunan bahkan keuangan. Serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja,” ungkap Eko, Sabtu (3/7/2021).
Eko menuturksn sektor properti merupakan sektor yang sangat terdampak pandemi, terutama pada sektor perumahan. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah memberikan insentif sesuai tingkatan dan jenjang dalam Permenkeu No 21 Tahun 2021.
Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo menyebutkan, bahwa pertumbuhan sektor perumahan berpotensi menumbuhkan ekonomi pada sektor lainnya.
“Setiap tambahan anggaran Rp1 pada sektor terkait properti, akan menciptakan output terhadap ekonomi sebesar Rp2,15,” jelasnya.
Haru menambahkan, di tengah kontraksi perekonomian nasional, sektor perumahan masih menunjukkan pertumbuhan yang positif yang terlihat dari tumbuhnya KPR dibandingkan dengan kredit lainnya.






















