• Latest
  • Trending
Anggaran Kemenparekraf 2020 Dipangkas Rp2,045 Triliun

Anggaran Kemenparekraf 2020 Dipangkas Rp2,045 Triliun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Intelektual Dukung Prabowo Copot Menteri Haji

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Anggaran Kemenparekraf 2020 Dipangkas Rp2,045 Triliun

by Zamzami Ali
Juli 4, 2020
in EKONOMI
Anggaran Kemenparekraf 2020 Dipangkas Rp2,045 Triliun

[Dok. Kemenparekraf RI]

ASPEK.ID, JAKARTA – Komisi X DPR RI menyetujui perubahan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Tahun Anggaran 2020 yang dipangkas sebesar Rp2,045 triliun.

Dengan pemotongan anggaran tersebut maka pagu anggaran Kemenparekraf tahun 2020 yang awalnya sebesar Rp5.366.861.663.000 berkurang menjadi sebesar Rp3.265.457.304.000.

“Komisi X DPR RI menyetujui pemotongan anggaran Kemenparekraf pada APBN 2020 sebesar Rp 2,045 triliun,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti, dalam keterangan resminya, Sabtu (4/7).

Dalam rapat kerja yang dipimpin Agustina Wilujeng Pramestuti dengan Menparekraf Wishnutama Kusubandio, Jum’at (3/7) terungkap, pagu indikatif Kemenparekraf Tahun 2021 sebesar Rp 4.111.437.568.000.

BacaJuga

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

Survei Kadin: Minat Pengusaha Berinvestasi Semakin Melemah

Menko Airlangga Bantah Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis ke Warga

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Bagi Pencari Kerja di 2027

Namun, Kemenparekraf belum menjelaskan arah kebijakan program kerja dan kegiatan pada pagu Tahun 2021 itu. Akhirnya, Komisi X melakukan pendalaman soal anggaran ini dengan para pejabat eselon I Kemenparekraf.

“Komisi X sudah memberi masukan penyempurnaan pagu indikatif RAPBN 2021 pada Kemenparekraf. Alokasi anggaran pada Deputi Pemasaran dan Deputi Produk Pariwisata lebih banyak dimanfaatkan untuk menggarap pasar domestik dengan menggunakan konten lokal,” urai Agustina.

Kemaparekraf juga diimbau agar merumuskan program dan kegiatan yang didasarkan pada data besar (big data) pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia sebagai acuan program kerja dan kegiatan.

Soal pemotongan anggaran Kemenparekraf sebesar Rp 947.957.340.000, Komisi X memang sempat tak menyetujui. Justru, lanjut Agustina, sektor pariwisata harus mendapat dukungan anggaran secara maksimal.

Sementara itu Menparekraf Wishnutama pada rapat tersebut mengungkapkan, persepsi negara lain terhadap pariwisata Indonesia akibat Covid-19 masih 50 persen. Artinya, tingkat kepercayaan terhadap pariwisata Indonesia masih rendah.

“Kami sedang mengembangkan big data untuk menarik wisatawan, terutama wisatawan nusantara untuk memulai melakukan kunjungan wisata, sebelum menggarap wisatawan internasional,” ungkapnya.

Komentar
Share31Tweet20SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

RI Ranking 32 Indeks Daya Saing Pariwisata

Indeks daya saing pariwisata dan perjalanan atau Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dirilis resmi oleh World Economic Council...

Komisi X Siap Kawal Pembangunan Infrastruktur PON XXI Aceh-Sumut 2024

Komisi X Siap Kawal Pembangunan Infrastruktur PON XXI Aceh-Sumut 2024

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyatakan, Komisi X DPR RI berkomitmen mendukung dan mengawal pembangunan infrastruktur...

Garuda & Kemenparekraf Bayar 6 Orang Jepang Terbang ke Bali

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mendaratkan pesawat rute internasional perdananya di era covid-19 di Bali. Maskapai BUMN itu membawa 12...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In