• Latest
  • Trending

Begini Strategi Pembiayaan Covid-19 Tahun 2020

Pelindo Marine Ajak Anak Kenjeran Belajar Lingkungan dan Kapal Tunda

Pelindo Marine Ajak Anak Kenjeran Belajar Lingkungan dan Kapal Tunda

Kamis Pagi, Kualitas udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

Rosan: Realisasi Investasi Nasional di Jakarta Nomor 1 di RI

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Bos MBG Siapkan Skema Baru Insentif SPPG Rp 6 Juta per Hari

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor

Pengamanan Demo 27 Agustus di DPR Dibagi 6 Zona

Polisi Tangkap 322 Terduga Perusuh Usai Aksi di DPR

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

Purbaya Yakin Pertumbuhan 6 Persen pada 2027 Ciptakan 2,4 Juta Lapangan Kerja

Prabowo Panggil Panglima Jilah ke Istana

Prabowo Panggil Panglima Jilah ke Istana

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Bakal Setor Dividen Rp 120 Triliun ke Kas Negara Tahun Ini

Purbaya Sebut BUMN Ekspor Bisa Tambah Pendapatan Negara hingga 2 Kali Lipat

Purbaya Kantongi Nama Pegawai Pajak Nakal yang Mau Dipecat

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Polda Riau Tetapkan 40 Tersangka Karhutla

AS Buka Opsi Lepas Sanksi Minyak Rusia di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Pertamina Temukan Potensi Minyak Jumbo 1,4 Miliar Barel di Sumatera

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

BEI Uji Coba Aturan Harga Minimum Saham Rp 1

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Agustus 29, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Begini Strategi Pembiayaan Covid-19 Tahun 2020

by REDAKSI
April 8, 2020
in EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan Strategi Pembiayaan Tahun Anggaran 2020 di situasi Covid-19 dalam video conference di Jakarta.

Pandemi COVID-19 yang membutuhkan kebijakan extraordinary dari Pemerintah tentu berdampak pada postur APBN 2020. Kecemasan investor atas COVID-19 turut mempengaruhi terjadinya capital outflow di Indonesia. APBN 2020 juga akan menghadapi tekanan dari sisi penerimaan pajak, PNBP, bea cukai baik karena kondisi pelaku ekonomi dan penurunan harga komoditas.

Ini berimbas pada penerimaan negara yang turun 10%. Namun, di saat bersamaan, belanja negara harus naik untuk kesehatan, bansos dan membantu pelaku usaha agar tidak melakukan PHK besar-besaran. Hal ini menyebabkan defisit melebar hingga 5%.

BacaJuga

Rosan: Realisasi Investasi Nasional di Jakarta Nomor 1 di RI

Purbaya Yakin Pertumbuhan 6 Persen pada 2027 Ciptakan 2,4 Juta Lapangan Kerja

Rupiah Perkasa Pagi Ini, Dolar AS Sempat Turun ke Rp 17.707

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Melorot, Cek Rincian Lengkapnya

DPR Sahkan Sarjito Jadi Kepala Pengawas Bursa Mineral OJK

Morgan Stanley Borong 3,79 Miliar Saham GOTO di Harga Rp 23

“Kita memperkirakan pendapatan menurun 10%. Belanja naik untuk mendukung sektor kesehatan Rp75 triliun, safety social net Rp110 triliun. Belanja yang tinggi untuk perlindungan masyarakat. Perkiraan defisit dari tadinya 1,76% dari PDB atau Rp307,2 triliun menjadi 5,07% atau Rp853 triliun namun kami upayakan di bawah 5%,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah memikirkan strategi pembiayaan yang paling aman dengan biaya paling kecil. Pertama pembiayaan dari Saldo Anggaran Lebih (SAL). Kedua, dari dana abadi pemerintah dan dana dari Badan Layanan Umum (BLU).

“Kita akan menggunakan sumber pembiayaan yang paling aman dan biayanya paling kecil sebelum kita mengambil instrumen lain yang memiliki resiko dan biaya yang lebih tinggi. Dalam hal ini, Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menjaga cashflow. Ini akan mengurangi pembiayaan yang berasal dari market. Cash yang sudah ada di tangan pemerintah. Sumber kedua, dana abadi pemerintah seperti LPDP dan Rucika. (Ketiga), dari BLU agency pemerintah. Ini adalah tiga sumber yang tidak melalui market atau pembiayaan dari dalam masing-masing agency pemerintah yang memiliki sumber dana,” jelas Menkeu.

Kemudian, pemerintah juga merencanakan pembiayaan dari market (pasar) dengan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) baik Surat Utang Negara (SUN) maupun Sukuk termasuk Surat Berharga Ritel (SBR) baik di pasar domestik maupun pasar global (valas).

Saat ini Global Sukuk tersedia dalam USD, global bonds / konvensional dalam USD dan Euro Bonds dalam Euro dan Samurai Bonds dalam Yen. 

“Fleksibilitas memunculkan opportunity baik dari sisi timing dan size penerbitan sesuai kondisi pasar keuangan. Semua diterbitkan dengan prinsip kehati-hatian (prudent) dengan memperhatikan resiko dan biayanya yang terkecil,” ungkapnya.

Sumber ketiga, pemerintah juga dapat melakukan private placement dari BUMN atau lembaga seperti LPS, Badan Dana Haji, Taspen, BPJS Tenaga Kerja atau lembaga-lembaga yang memiliki uang masyarakat yang ingin menempatkan investasi ke tempat aman dan reliable.

Sumber keempat dari sumber bilateral dan multilateral seperti Bank Dunia, ADB, AFD, KfW, JICA, EDCF, dan AIIB dan lembaga donor lainnya.

Dalam Perppu No.1 tahun 2020, BI diberikan perluasan kewenangan untuk membeli SBN di pasar perdana. Namun, BI hanya melakukan ini sebagai last resource. 

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

Purbaya Yakin Pertumbuhan 6 Persen pada 2027 Ciptakan 2,4 Juta Lapangan Kerja

  ASPEK. ID, JAKARTA – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan target...

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Purbaya: Kemenkeu Kelola Whoosh Mulai September

  ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pengelolaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh akan berada di...

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Kemenkeu Ambil Alih Kepemilikan 60 persen saham di Kereta Cepat Whoosh

Jakarta- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil alih kepemilikan 60 persen saham di PT Kereta...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In