ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa, jumlah rumah sakit rujukan untuk menangani virus Corona (Covid-19) berjumlah 137.
Jumlah ini bertambah lebih banyak dari jumlah semula, 100 rumah sakit. Beberapa rumah sakit swasta dikatakannya juga sudah menawarkan diri.
“Sekarang sebetulnya tiap hari kan ada update hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) seluruh Indonesia. Ini terus kita benahi, kita sempurnakan setelah dengan betul-betul kejadian kasus yang kemarin ada 2 kasus,” ujar Menko PMK usai mengikuti Rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/3.
Yang terus dilakukan tracking, menurut Menko PMK, adalah penelusuran jejak mata rantai dari terutama kontak yang bersangkutan.
“Dan juga mungkin akan kita cari juga beberapa kasus yang kemarin sempat muncul yaitu misalnya ada penumpang dari WN New Zealand yang dari Iran mampir di Bali, sudah kita telusuri semua, mungkin ada sekitar ada 30-an pihak dan ternyata negatif,” imbuhnya.
Dia menegaskan akan terus melakukan tracking setiap ada kasus akan ditelusuri sampai sejauh mungkin sehingga bisa diketahui mata rantai dari penyebaran virus Corona ini.
Untuk RS di Pulau Galang, Menko PMK menyampaikan bahwa tidak akan dilakukan pembangunan namun akan meng-upgrade karena dulu pernah dipakai untuk menampung pengungsi dari Vietnam.
“Bapak Presiden beri pengarahan beliau menyampaikan kurang dari sebulan harus sudah siap digunakan, sebagai alternatif. Jadi yang lain juga tetap Natuna menjadi pilihan, Sebaru menjadi pilihan. Nanti mana yang paling mungkin,” pungkasnya.
























