ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menyatakan bahwa 656 relawan vaksin Sinovac telah menerima suntikan kedua.
Sedangkan jumlah yang telah disuntik tahap pertama yakni sebanyak 1.319 relawan.
“Belum ada reaksi serius dari suntikan ini tahap pertama dan kedua. Mudah-mudahan lancar supaya pada Januari bisa kami sampaikan hasilnya ke BPOM, sehingga Januari bisa produksi. Insyaallah akhir Januari atau awal Februari bisa vaksinasi,” jelasnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI, Senin (5/10/2020).
Dalam paparannya, Honesti menyampaikan komitmen untuk mendistribusikan sebanyak 15 juta dosis pada November dan Desember 2020. 35 juta dosis pada Januari hingga Maret 2021, dan 210 juta dosis pada April hingga Desember 2020 sebagai prioritas.
Honesti menambahkan, persoalan lain dalam proses produksi vaksinasi ke depan adalah soal kehalalannya. Honesti mengaku telah beraudiensi dengan Wapres Ma’ruf Amin, MUI, dan Komisi Fatwa MUI untuk membicarakan soal kehalalan vaksin Sinovac.
“Arahannya menggembirakan. Kalau halal sangat bagus, tapi kalau belum memenuhi unsur halal tetap diberikan vaksinasinya karena dalam kondisi pandemi,” pungkasnya disalin dari Liputan6.























