ASPEK.ID, SIGI – Korban akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga meninggal dunia di Kabupaten Sigi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan korban jiwa berasal dari wilayah yang mengalami dampak paling besar akibat gempa tersebut.
“Korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi yang juga menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6).
Selain korban meninggal, BNPB mencatat sebanyak 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak gempa. Sebanyak 25 warga mengalami luka ringan, sedangkan 13 lainnya menderita luka berat.
“Sebanyak 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat,” katanya.
Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan dampak terparah. Di wilayah ini tercatat 89 KK atau 272 jiwa terdampak. Sebanyak 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.
Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong terdapat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan. Sedangkan di Kabupaten Poso, satu warga mengalami luka dan masih dalam proses pendataan.
Kerusakan bangunan juga terus bertambah seiring masuknya laporan dari lapangan. Hingga saat ini, BNPB mencatat sedikitnya 67 unit rumah terdampak akibat gempa.
“Dari jumlah tersebut, 26 unit rumah mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat,” ujar Abdul.
Tak hanya rumah warga, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum. BNPB mencatat enam fasilitas ibadah, dua jembatan, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu fasilitas umum mengalami dampak gempa.
Selain itu, satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu-Sigi-Poso dilaporkan amblas akibat guncangan.
Di Kabupaten Sigi, kerusakan tercatat paling banyak dengan 47 rumah terdampak. Rinciannya, 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, serta satu unit UMKM juga mengalami kerusakan.
Sementara di Kabupaten Poso terdapat lima rumah terdampak dan tiga rumah mengalami kerusakan ringan. Kabupaten Parigi Moutong melaporkan 15 rumah terdampak.
Adapun di Kota Palu, keretakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III. Selain itu, satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha turut mengalami kerusakan. Sementara pendataan di Kabupaten Donggala masih berlangsung.
BNPB menyebut aktivitas gempa susulan masih terjadi hingga Selasa sore. Bersama BMKG dan pemerintah daerah, BNPB terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang.
Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan BMKG.
BNPB memastikan akan terus memperbarui informasi terkait dampak dan penanganan gempa bumi di Sulawesi Tengah seiring proses pendataan yang masih berlangsung. []
























