ASPEK.ID, JAKARTA – Seluruh perangkat pemda di Kalimantan Selatan (Kalsel) diperintahkan mempersiapkan diri menghadapi Covid-19 varian Delta dari India yang lebih ganas daripada varian sebelumnya.
Pemprov Kalsel telah membatasi mobilitas Aparatur Sipil Negara (ASN) antar daerah, baik lintas provinsi maupun kabupaten/kota yang memiliki risiko tinggi tertular Covid-19. Demikian instruksi Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel Safrizal ZA.
“Saya sudah minta Bupati dan Wali Kota menyiapkan tempat karantina, menyiapkan ketersediaan tempat tidur pasien covid di Rumah Sakit, protokol kesehatan terus ditingkatkan, bagi masker dimanapun untuk mengantisipasinya,” ucap Safrizal usai Rapat Paripurna di DPRD Kalsel Banjarmasin, Kamis (24/6/2021) .
Safrizal menuturkan saat ini Ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Kalsel mencapai 30 persen. dia tetap meminta semua pihak harus tetap siaga mengantisipasi lonjakan Covid-19 varian baru.
“Saat ini BOR kita mencapai 30 persen, meskipun begitu kita persiapan, karena varian baru ini penularannya (varian Delta) 10 kali lipat lebih cepat dari yang biasa,” sebutnya.
Lulusan IPDN terbaik ini menyatakan tidak menutup kemungkinan varian Delta masuk ke banua karena waktu tempuh dari Pulau Jawa ke Kalsel hanya satu setengah jam dengan menggunakan pesawat.
“Saya belum mendapat laporan apakah varian Delta sudah ada di Kalsel,” jelasnya kepada wartawan.
























