• Latest
  • Trending
Damainya Toleransi, 5 Rumah Ibadah Berdampingan Mesra di Puja Mandala

Damainya Toleransi, 5 Rumah Ibadah Berdampingan Mesra di Puja Mandala

Atjeh Connection Foundation Kirim 2 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh

Atjeh Connection Foundation Kirim 2 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh

Atjeh Connection Foundation Terobos Daerah Terisolir di Peunaron-Lokop Aceh Timur

Atjeh Connection Foundation Terobos Daerah Terisolir di Peunaron-Lokop Aceh Timur

Pelindo Marine dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Resmikan IPAL untuk Jaga Sungai Kali Tebu Surabaya

Pelindo Marine dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Resmikan IPAL untuk Jaga Sungai Kali Tebu Surabaya

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Damainya Toleransi, 5 Rumah Ibadah Berdampingan Mesra di Puja Mandala

by Zamzami Ali
April 26, 2021
in LIFESTYLE
Damainya Toleransi, 5 Rumah Ibadah Berdampingan Mesra di Puja Mandala

Foto udara Masjid Agung Ibnu Batutah (kiri), Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa (kedua kiri), Vihara Buddha Guna (tengah), Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Doa (kedua kanan) dan Pura Jagatnatha (kanan) yang berada di Pusat Peribadatan Puja Mandala, Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/4/2021). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

ASPEK.ID, JAKARTA – Puja Mandala merupakan nama salah satu kawasan yang ada di Desa Kampial, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Seperti diketahui, mayoritas penduduk di Bali menganut agama Hindu, dan Puja Mandala menjadi salah satu bukti tingginya toleransi antar umat beragama, meski Hindu mendominasi di Bali.

Namun di Puja Mandala, justru ada ibadah dari lima agama berdiri kokoh dan saling berdampingan serta fenomena ini secara otomatis menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Bali.

BacaJuga

Karang Jamuang, Gerbang Navigasi Strategis Pelabuhan Tanjung Perak

Pemberian Mpasi Harus Penuhi 4 Syarat Ini

RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Siapkan Layanan Onkologi Paripurna dengan Gedung Baru

Jejak Perjalanan Kuntjung: Mengubah Nasib Lewat Musik dan Humor

Calon Mobil Listrik Toyota Kembaran Suzuki e Vitara

Masjid Pertama di Indonesia

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lahan yang digunakan kawasan Puja Mandala berasal dari BTDC (Bali Tourism Development Corporation), kini bernama ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation).

Proses pembangunan dimulai sejak 1994. Masjid Ibnu Batutah, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, dan Gereja Kristen Bukit Doa disahkan pada 1997. Diikuti Vihara Buddha Guna pada 2003 dan terakhir Pura Jagat Natha pada 2005.

Terletak di, desa ini berada di perbukitan dengan pemandangan cantik menghadap laut Tanjung Benoa di kejauhan itu.

Sepintas, Puja Mandala mengingatkan kita dengan tempat sejenis yaitu Bukit Kasih di Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Namun meski sama-sama berada di wilayah perbukitan dan memiliki lima rumah ibadah dari lima agama, untuk mencapai Bukit Kasih pengunjung harus menaklukkan 2.435 anak tangga.

Puja Mandala terletak tepat di tepi Jl Raya Kurusetra, jalur utama menuju sejumlah obyek wisata ternama seperti Pura Uluwatu, Pantai Dreamland, Jimbaran, dan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana.

Puja Mandala berada tak jauh dari kawasan kompleks hotel Nusa Dua dan dapat dicapai dari pusat Kota Denpasar dengan berkendara selama 30 menit melintasi By Pass I Gusti Ngurah Rai.

Jika ingin lebih cepat bisa melewati Tol Mandara mulai dari awal di Gerbang Tol Benoa hingga ke ujung di Nusa Dua sejauh 12,7 kilometer. Ini adalah tol laut terpanjang di tanah air.

Pengurus Mesjid Agung Ibnu Batutah Ustad Sholeh Wahid menceritakan, pendirian Puja Mandala yang memiliki arti “tempat beribadah” itu bermula dari keinginan warga Muslim yang umumnya pendatang dari Pulau Jawa yang bermukim di sekitar Benoa dan Nusa Dua untuk memiliki mesjid sendiri.

Keinginan yang muncul pada 1990 itu didasari kenyataan bahwa mereka merasa kesulitan menjangkau mesjid. Pasalnya, mesjid terdekat berada di Kuta, jaraknya sekitar 20 kilometer dari tempat tinggal mereka.

Namun sebagai minoritas, mereka terganjal aturan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama nomor 1/BER/mdn-mag/1969 tentang Pelaksanaan Tugas Aparatur Pemerintah dalam Menjamin Ketertiban dan Kelancaran Pelaksanaan Pengembangan dan Ibadat Agama oleh Pemeluk-Pemeluknya.

Keluhan mereka ditanggapi Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi saat itu, Joop Ave, yang kemudian berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Menteri meminta agar dibangun suatu pusat peribadatan bagi lima agama yang diakui di Indonesia ketika itu.

Kehadiran tempat ibadah ini sekaligus memfasilitasi para karyawan dan tamu-tamu yang berkunjung untuk tetap bisa beribadah sesuai agamanya.

Kehadiran pusat peribadatan itu juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kerukunan beragama di Bali berlangsung dengan baik. 

Sedangkan menurut Ida Bagus Wika Krishna, doktor dari Universitas Hindu Indonesia, saat itu Joop Ave menugaskan PT Bali Tourism Development Center (BTDC) untuk menyiapkan lahan.

Pada 1992, BTDC memilih sepetak lahan seluas 2,5 hektare di Desa Kampial yang menghadap ke Tanjung Benoa dengan peruntukan tiap rumah ibadah dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. 

Dalam penelitian Krishna berjudul “Kajian Multikultur: Ide-ide Imajiner Dalam Pembangunan Puja Mandala”, BTDC juga menentukan adanya lahan parkir bersama nonsekat bagi kelima rumah ibadah dan tinggi tiap-tiap rumah ibadah yang dibangun mesti seragam.

Pembangunannya mulai dilakukan pada 1994 dan berlangsung hingga 1997, dengan menyelesaikan bangunan Mesjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, dan Gereja GKPB Bukit Doa.

Dalam sejumlah literasi disebutkan bahwa Vihara Buddha Guna selesai dibangun pada 2003. Namun menurut Krishna, vihara resmi digunakan 20 Desember 1997. Pura Jagat Natha menjadi rumah ibadah yang terakhir diresmikan, yaitu pada 30 Agustus 2004.

Toleransi Antarumat

Setiap bangunan rumah ibadah memiliki keunikan desain. Mesjid Agung Ibnu Batutah yang berlantai tiga dibangun di bagian paling kiri dari Puja Mandala mengambil bentuk susunan limas seperti umumnya mesjid di tanah Jawa. Mesjid ini mampu menampung tiga ribu orang.

Tepat di samping mesjid adalah bangunan Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa dengan desain menara lonceng tunggal dan dinding depan gevel mengikuti bagian atap dan bagian belakang gereja berdesain atap tumpang.

Di sebelahnya terdapat bangunan vihara dengan dominasi warna kuning gading. Sepintas, bentuknya mirip dengan vihara yang terdapat di Thailand termasuk adanya dua patung gajah putih di pintu gerbang dan pagoda emas di bagian atas vihara.

Berikutnya adalah Gereja GKPB Bukit Doa dengan desain unik berukiran Bali pada beberapa sudut dinding. Termasuk menara lonceng tunggal berukiran Bali. Bagian atap gereja menghadap empat penjuru arah.

Tidak ada dinding bangunan sehingga membuat sirkulasi udara menjadi sangat baik dan tidak panas. Bangunan terakhir adalah Pura Jagat Natha.

Setiap harinya sebelum pandemi Covid terjadi, sebanyak 10-30 bus pariwisata singgah ke Puja Mandala untuk menurunkan wisatawan yang melakukan wisata religi. Umumnya mereka kagum dengan tingginya toleransi yang ditunjukkan di Puja Mandala ini.

Sebuah lapangan parkir khusus seluas hampir 1 ha belum lama ini selesai dibangun di samping Puja Mandala dengan kapasitas untuk menampung hingga 40 bus pengunjung dilengkapi dengan puluhan kios kantin.

Ketika Raja Salman dari Kerajaan Arab Saudi berlibur ke Pulau Dewata, 11 Maret 2017, beberapa anggota rombongannya menyempatkan diri melaksanakan salat Jumat di Mesjid Agung Ibnu Batutah. Raja Salman sendiri memilih salat Jumat di lingkungan Saint Regis, hotel tempatnya berlibur di Nusa Dua.

Para pengurus rumah ibadah telah membuat kesepakatan mengenai pengelolaan bersama Puja Mandala. Toleransi tinggi telah mereka tunjukkan sejak rumah-rumah ibadah tersebut berdiri.

Misalnya, ketika tiba waktunya peribadatan umat Kristiani di hari Minggu bersamaan dengan masuknya waktu salat Zuhur, maka bukan beduk yang dibunyikan, justru dentang lonceng puluhan kali dari Gereja Bunda Maria yang berbunyi.

Dentangnya menggantikan suara beduk dan sesaat kemudian baru petugas muazin mengumandangkan azan.

Ketika umat Islam sedang menggelar salat Idulfitri atau Iduladha, misalnya, maka semua pengurus gereja, vihara, dan pura akan bekerja sama membantu menjaga lokasi sekitar salat dan mengatur arus lalu lintas.

Hal sebaliknya terjadi ketika umat Kristiani menjalani peribadatan Natal dan Paskah, maka pengurus dan umat agama lain terjun membantu. Demikian pula ketika Hari Raya Nyepi, umat agama lain di sekitar Puja Mandala akan terjun membantu pecalang mengamankan lingkungan sekitar pusat peribadatan.

Melihat kondisi di atas, bukan sebuah kebetulan jika pada akhirnya Bali menempati posisi tiga besar dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama 2019 dengan skor 80,1 persen, melampaui rata-rata nasional 73,83 persen.

Survei indeks KUB itu dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan pada Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama. Sebanyak 13.600 orang terlibat sebagai responden dari 34 provinsi.

Toleransi antarumat beragama yang ditunjukkan masyarakat Bali dengan hadirnya Puja Mandala telah membawa daerah mereka sebagai kawasan yang tetap nyaman untuk dikunjungi dan memberi kontribusi tidak sedikit bagi perkembangan pariwisata khususnya wisata religius.

Komentar
Share244Tweet152SendShareShare43Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jelang World Water Forum, Patra Niaga Amankan Pasokan Energi di Bali

Jelang perhelatan World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan digelar pada 18 - 25 Mei 2024 di Bali, Pertamina siapkan...

Pelindo Marine Pastikan Kelancaran Pariwisata di Bali

Pelindo Marine Pastikan Kelancaran Pariwisata di Bali

Badung– Direktur Utama PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine), Warsilan, Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Lia Indi Agustiana, mengajak Komisaris...

Ari Dwipayana Sebut Bali Perlu Seimbangkan Kesehatan dan Ekonomi

Turis Asing ke Bali Dikenalkan Rp150.000

Pemerintah Provinsi Bali akan menerapkan pungutan atau retribusi sebesar Rp150.000 per orang terhadap wisatawan mancanegara (wisman) mulai tahun depan. Kepala...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Atjeh Connection Foundation Terobos Daerah Terisolir di Peunaron-Lokop Aceh Timur

Atjeh Connection Foundation Terobos Daerah Terisolir di Peunaron-Lokop Aceh Timur

Atjeh Connection Foundation Kirim 2 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh

Atjeh Connection Foundation Kirim 2 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh

Profil Rudi As Aturridha yangDitunjuk Jadi Plt Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT KAI

Profil Rudi As Aturridha yangDitunjuk Jadi Plt Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT KAI

Pelindo Marine dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Resmikan IPAL untuk Jaga Sungai Kali Tebu Surabaya

Pelindo Marine dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Resmikan IPAL untuk Jaga Sungai Kali Tebu Surabaya

Atjeh Connection Foundation Kirim 2 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh

Atjeh Connection Foundation Kirim 2 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh

Atjeh Connection Foundation Terobos Daerah Terisolir di Peunaron-Lokop Aceh Timur

Atjeh Connection Foundation Terobos Daerah Terisolir di Peunaron-Lokop Aceh Timur

Pelindo Marine dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Resmikan IPAL untuk Jaga Sungai Kali Tebu Surabaya

Pelindo Marine dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Resmikan IPAL untuk Jaga Sungai Kali Tebu Surabaya

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In