ASPEK.ID, JAKARTA – Upaya mendorong pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi terus diperkuat. Danantara Indonesia membuka peluang investasi baru di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggandeng investor global, Qatar Investment Authority (QIA).
Kolaborasi ini diarahkan untuk mengembangkan proyek strategis berbasis pariwisata yang tidak hanya berorientasi keuntungan, tetapi juga memberi dampak ekonomi jangka panjang bagi daerah.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi investasi yang terukur sekaligus berorientasi pada nilai tambah nasional.
“Kami menyambut baik investasi ini dan siap memperkuat kolaborasi dengan QIA guna mengoptimalkan potensi jangka panjang Indonesia, khususnya di kawasan timur seperti Nusa Tenggara Timur,” ujar Pandu dalam keterangan resmi, Rabu (1/4).
Proyek yang akan dikembangkan merupakan investasi dari nol (greenfield), dengan fokus membangun ekosistem pariwisata terintegrasi. Labuan Bajo dipilih karena posisinya yang strategis sebagai pintu gerbang menuju Pulau Flores serta kawasan Taman Nasional Komodo yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.
Selain memperkuat daya tarik destinasi, investasi ini juga diproyeksikan memberi efek berganda bagi ekonomi lokal. Mulai dari penciptaan lapangan kerja pada fase konstruksi hingga operasional, peningkatan kunjungan wisatawan, hingga penguatan sektor usaha mikro dan kecil di sekitar kawasan.
Menurut Pandu, proyek ini juga menjadi langkah awal untuk ekspansi investasi serupa di wilayah lain dengan pendekatan berkelanjutan.
“Ia menjelaskan, proyek ini akan menjadi pijakan bagi ekspansi investasi lanjutan yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus membuka peluang sosial ekonomi baru di berbagai daerah.”
Dengan masuknya QIA sebagai mitra strategis, Danantara melihat peluang besar untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di level global.
“Berlokasi di salah satu destinasi unggulan Indonesia, investasi ini akan memperkenalkan keindahan alam dan kekayaan budaya nasional sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global,” jelas Pandu.
Meski demikian, realisasi proyek masih akan bergantung pada pemenuhan berbagai persyaratan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Danantara menegaskan, seluruh langkah investasi akan tetap dijalankan secara disiplin dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang. []























