ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi mulai menggerakkan dana investasinya di pasar keuangan domestik. Pada Senin (2/2/2026), Danantara terpantau aktif melakukan pembelian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Aktivitas tersebut dikonfirmasi langsung oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelang pertemuan daring antara MSCI, BEI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami di Danantara sudah aktif juga di pasar hari ini. Terus kita melakukan aktivitas aktif membeli saham-saham yang kemarin kami bilang memiliki valuasi yang menarik, perusahaan yang baik, dengan cash flow yang baik, dan juga dengan fundamental dan likuiditas yang baik,” ungkap Pandu di gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2).
Meski demikian, Pandu belum mengungkapkan secara rinci saham apa saja yang menjadi sasaran belanja Danantara. Ia hanya menegaskan bahwa institusi investasi pelat merah tersebut fokus pada emiten dengan fundamental solid, arus kas sehat, serta likuiditas yang memadai.
Masuknya Danantara ke pasar saham terjadi di tengah tekanan kuat yang melanda bursa. Berdasarkan data RTI Business, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang perdagangan dan sempat menyentuh level terendah di 7.820. Hingga penutupan sesi II, IHSG tercatat terkoreksi 4,88%.
Di tengah pelemahan indeks, pergerakan saham-saham perbankan besar terpantau variatif namun cenderung mampu bertahan dan ditutup menguat. Sementara itu, seluruh sektor saham secara umum melemah, dengan sektor barang baku mencatatkan koreksi terdalam hingga 10,74%.
Langkah Danantara menyerap saham di tengah koreksi pasar dinilai mencerminkan strategi investasi jangka panjang, dengan memanfaatkan valuasi yang dinilai semakin atraktif di tengah tekanan pasar. []
























