• Latest
  • Trending
Kementerian BUMN Segera Rombak Direksi Asabri

Dirut Asabri Buka-bukan Kondisi Keuangan Perusahaan

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Sah! BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Prajogo Pangestu Habiskan Rp 3,6 Triliun, Akuisisi Diler Mobil di Singapura-Malaysia

Imbas Peringatan MSCI Kekayaan 3 Miliarder Indonesia Berkurang Rp 106 Triliun

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

Istri Adik Eks Kepala BNPB Menangi Sejumlah Proyek

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Anas: 2 Agenda Mendesak Prabowo-Gibran di Tahun Ketiga

Bursa Asia Menguat, IHSG Ikut Meroket di Awal Perdagangan

Cegah Bursa RI Turun ke Standalone Market, DEN Beri Saran ke Prabowo

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Sempat Menguat, IHSG Hari Ini Melemah

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Sore Ini

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

UNDP: 800 Juta Anak Muda Hadapi Masa Depan Tanpa Kerja

WFH ASN Resmi Berlaku, Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70%

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Bebas Setelah Diperiksa 12 Jam

Jelang RUPS, Ini Rumor Nama-nama Petinggi PLN

Kerugian Negara Padam Listrik di Batam-Bintan Ditaksir Rp57,3 Miliar

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-GIbran: Masalah Ekonomi Picu Ketidakpuasan Publik

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Dirut Asabri Buka-bukan Kondisi Keuangan Perusahaan

by REDAKSI
Juli 10, 2024
in BERITA TERBARU, BUMN
Kementerian BUMN Segera Rombak Direksi Asabri

Gedung PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT Asabri (Persero). [Foto: Kumparan]

ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT Asabri (Persero), Wahyu Suparyono mengungkapkan kondisi keuangan atau ekuitas perusahaan yang masih negatif.

Ia menyebut ekuitas perusahaan selama 2023 negatif Rp 1,069 triliun.

Wahyu menjelaskan ekuitas negatif disebabkan oleh penurunan nilai aset investasi, kenaikan beban cadangan, beban klaim, maupun besar dari premi.

BacaJuga

Sah! BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Imbas Peringatan MSCI Kekayaan 3 Miliarder Indonesia Berkurang Rp 106 Triliun

Istri Adik Eks Kepala BNPB Menangi Sejumlah Proyek

Anas: 2 Agenda Mendesak Prabowo-Gibran di Tahun Ketiga

Cegah Bursa RI Turun ke Standalone Market, DEN Beri Saran ke Prabowo

Sempat Menguat, IHSG Hari Ini Melemah

Hal itu dikatakan Wahyu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari detikcom Rabu (10/7/2024).

Menurutnya, kondisi keuangan perusahaan telah berangsur membaik dibandingkan tiga tahun yang lalu. Wahyu menyebut kondisi keuangan yang negatif pada 2020 mencapai Rp 13,30 triliun.

“Perubahan ekuitas 2020 yang signifikan adalah adanya UPSL (Unfunded Past Service Liability) yang diterima 2021, dan juga baru-baru ini UPSL tahun 2022-2023 karena ada perkembangan bunga aktuaria yang ditetapkan Menteri Keuangan,” jelas dia.

Kemudian penurunan nilai aset perusahaan terjadi karena ada aset yang tidak produktif yang jumlahnya hampir 71%. Menurutnya itulah yang membuat tidak bisa menutup selisih antara pengeluaran premi dengan pendapatan premi.

Selain itu, keuangan yang negatif juga disebabkan oleh rasio klaim yang sudah terlampau tinggi. Ia menyebutkan, adapun defisit pembayaran klaim pada 2017 hingga 2024 diperkirakan Rp 1,74 triliun.

“Kemudian total defisit klaim dan pembayaran premi tahun 2025-2034 diperkirakan akan mencapai Rp 4,19 triliun. Defisit ini dipenuhi dari hasil investasi dan pelepasan aset investasi. Artinya, aset investasi yang bisa kita jual. Hasil investasi dipergunakan juga untuk membayar biaya operasional penyelenggaraan program THT,” pungkasnya.

Komentar
Share22Tweet14SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Sah! BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah

ASPEK.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan...

Prajogo Pangestu Habiskan Rp 3,6 Triliun, Akuisisi Diler Mobil di Singapura-Malaysia

Imbas Peringatan MSCI Kekayaan 3 Miliarder Indonesia Berkurang Rp 106 Triliun

  ASPEK.ID, JAKARTA - Gabungan kekayaan bersih dari tiga orang terkaya di Indonesia menyusut hingga 5,9 miliar dollar AS atau...

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

Istri Adik Eks Kepala BNPB Menangi Sejumlah Proyek

ASPEK.ID,JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sejumlah pengadaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memenangkan perusahaan terafiliasi istri...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In