ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Kujang, Bambang Eka Chahyana dikabarkan meninggal dunia pada Jum’at, 3 April 2020. Bambang Eka Cahyana meninggal di usia 53 tahun.
Pupuk Kujang yang dipimpin oleh Bambang Eka Cahyana adalah salah satu anak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang produksi pupuk yakni, Pupuk Indonesia Holding Company.
“Iya benar, sakit jantung. Asam lambung naik,” kata Staf Menteri BUMN Arya Sinulingga kepada wartawan, Jum’at (3/4/).
Berikut isi pesan duka yang masuk ke redaksi Aspek.id, Jum’at (3/4) siang:
Turut berduka cita atas wafatnya Bp Yakobus Bambang Eka Cahyana. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik disisi Tuhan YME serta keluarga yg ditinggal mendapatkan kekuatan dan kesabaran.. Aamiin..
Profil Singkat
Pria kelahiran Bantul, 15 Mei 1967 ini meraih gelar Sarjana Kehutanan di UGM tahun 1991, Magister Manajemen Eksekutif Angkatan XXIV, Konsentrasi Program Studi Bisnis dan Keuangan Internasional di Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jakarta tahun 2003-2004 dan menyandang pendidikan Doktoral bidang studi Ilmu Administrasi Bisnis di Universitas Brawijaya, Malang Tahun 2019.
Ia awalnya berkarir sebagai Staf Bidang Manajemen Kehutanan PT Trisida Pantau (1991), bergabung di Perum Perhutani Jawa Timur sebagai Staf Biro Satuan Pengawas Internal (SPI) kemudian di PT Samudera Indonesia sebagai Staf Corporate Managing Director(CMD) Agency & Terminal Group.
Lalu Asisten Direktur Utama bidang Pengembangan Usaha Terminal PT Samudera Indonesia Tbk. (2007-2008) dan di tahun 2009, beliau bergabung di PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) sebagai Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha dan pernah diangkat sebagai Direktur Utama pada Agustus 2013.
Pada 29 April 2019, Bambang Eka Cahyana diangkat sebagai Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang II yang membawahi Maritim dan menjadi Direktur Utama PT Pupuk Kujang sejak 15 Oktober 2019.






















