• Latest
  • Trending

DPR Minta Pemerintah Kaji Penarikan TNI dari Lebanon

Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Mau Pidato di Sidang Umum PBB

Di Sidang PBB, Pidato Menlu Sugiono Bawa Pesan Prabowo

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

Buruh  & Pengusaha Ungkap Penyebab PHK 53.000 Pekerja

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Kemenkeu Ubah Aturan, BI Tak Lagi Jadi Tempat Penempatan Uang Negara

GELOMBANG ELEKTORAL JOKOWI: 2029 SAATNYA BERGESER KE PSI

Jokowi Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina PSI pada 16 November 2026

27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Sumut, Terbanyak Anak-anak dan Lansia

27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Sumut, Terbanyak Anak-anak dan Lansia

13 Napi Lapas Narkotika Jakarta Dapat Kesempatan Kuliah S1 Teologi

5 Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Buntut Temuan ‘Penjara’ Mewah

Brasil Gagal Menang Lawan Australia, Ancelotti Salahkan Rumput

Brasil Gagal Menang Lawan Australia, Ancelotti Salahkan Rumput

Unilever akan PHK 3.200 Karyawan

Daftar 5 Provinsi dengan PHK Terbanyak hingga Agustus 2026

Persis Solo Gelar TC di Garudayaksa Training Centre, Siap Uji Kekuatan dengan Tim Liga 1

Persis Solo Tak Gentar Hadapi Persipura, Targetkan Poin Penuh

Polri Rotasi 54 Perwira, Jabatan Kepala Kortastipidkor Berganti

50 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 2.613.000 per Gram

GELOMBANG ELEKTORAL JOKOWI: 2029 SAATNYA BERGESER KE PSI

Jokowi ke Bandung dan Bekasi, Ini Agendanya

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, September 27, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

DPR Minta Pemerintah Kaji Penarikan TNI dari Lebanon

by Muhammad Fadhil
April 7, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, POLITIK

ASPEK.ID, JAKARTA – Wacana penarikan pasukan TNI dari misi perdamaian di Lebanon menguat di parlemen. Fraksi PKB dan Demokrat di Komisi I DPR mendorong pemerintah membuka opsi tersebut menyusul tewasnya tiga prajurit Indonesia dalam serangan yang diduga dilakukan Israel.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, menilai insiden itu tidak bisa dianggap biasa. Ia meminta pemerintah merespons serius, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keterlibatan Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Ini bukan sekadar insiden biasa. Gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian adalah persoalan serius yang harus menjadi perhatian khusus negara,” ujar Soleh, Selasa (7/4).

BacaJuga

Di Sidang PBB, Pidato Menlu Sugiono Bawa Pesan Prabowo

Buruh  & Pengusaha Ungkap Penyebab PHK 53.000 Pekerja

Kemenkeu Ubah Aturan, BI Tak Lagi Jadi Tempat Penempatan Uang Negara

Jokowi Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina PSI pada 16 November 2026

27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Sumut, Terbanyak Anak-anak dan Lansia

5 Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Buntut Temuan ‘Penjara’ Mewah

Menurutnya, DPR akan membahas persoalan tersebut secara khusus bersama pemerintah. Salah satu opsi yang mengemuka adalah penarikan pasukan sebagai bentuk evaluasi atas meningkatnya risiko di lapangan.

“Salah satunya, kemungkinan penarikan seluruh prajurit TNI dari misi UNIFIL. Intinya, penugasan ini harus dievaluasi secara serius menyusul gugurnya tiga prajurit kita,” ujar Soleh.

Soleh juga mengingatkan bahwa insiden ini menjadi peringatan keras bagi Indonesia dalam keterlibatannya di kawasan konflik, termasuk dalam dinamika geopolitik yang lebih luas, seperti inisiatif Board of Peace yang dikaitkan dengan Donald Trump.

Ia menilai tanpa respons tegas, Indonesia berpotensi menghadapi risiko serupa di wilayah konflik lain seperti Gaza.

Senada, Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat, Anton Sukartono Suratto, menilai keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama. Ia menyebut pemerintah perlu mempertimbangkan usulan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, terkait penghentian penugasan UNIFIL oleh PBB.

“Pasukan Indonesia hadir bukan untuk berperang, melainkan untuk menjaga stabilitas dan mendukung proses perdamaian di kawasan konflik. Pasukan perdamaian seharusnya hadir di area post-conflict, bukan saat terjadinya konflik,” kata Anton.

Di level internasional, pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di PBB telah mendesak langkah darurat. Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, meminta Dewan Keamanan segera memperkuat perlindungan bagi personel UNIFIL.

“Ini termasuk peninjauan protokol pengaturan keamanan, dan pengaktifan rencana darurat dan evakuasi yang sesuai dengan perkembangan di lapangan,” kata dia.

Sementara itu, Panglima TNI, Agus Subiyanto, telah mengambil langkah pengamanan internal. Ia memerintahkan seluruh prajurit Indonesia di Lebanon untuk menghentikan aktivitas luar dan berlindung di bunker.

“Jaga moril prajurit yang ada di sana, tetap laksanakan pengamanan intern ya, masuk ke bunker-bunker, dan tidak ada kegiatan lagi keluar, dan jaga moril prajurit supaya tetap semangat ya, makasih, semangat bertugas,” kata Agus. []

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Mau Pidato di Sidang Umum PBB

Di Sidang PBB, Pidato Menlu Sugiono Bawa Pesan Prabowo

ASPEK.ID, NEW YORK- Menteri Luar Negeri RI Sugiono membawa pesan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan...

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

Buruh  & Pengusaha Ungkap Penyebab PHK 53.000 Pekerja

    ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai...

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Kemenkeu Ubah Aturan, BI Tak Lagi Jadi Tempat Penempatan Uang Negara

ASPEK.iD, JAKARTA -  Kemenkeu mengubah skema pengelolaan kelebihan kas pemerintah pusat. Dalam aturan terbaru, Bank Indonesia (BI) tak lagi tercantum...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In