• Latest
  • Trending
Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dihukum Percobaan, Terbukti Sebarkan Informasi Palsu

Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dihukum Percobaan, Terbukti Sebarkan Informasi Palsu

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Sebut Dua Mentornya dalam Menjalankan Pemerintahan

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Prabowo: Pendapatan Danantara Naik 400 Persen

Hashim Dorong FORMAS Awasi MBG di Seluruh Indonesia

Hashim Dorong FORMAS Awasi MBG di Seluruh Indonesia

Anak Usaha Waskita Karya Restrukturisasi Utang Rp4 Triliun

Pemerintah Dorong Waskita Karya Jadi Operator Tol

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Investasi Rp44,75 Triliun ke JBS Group di Australia & Selandia Baru

Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Kemayoran, 33 Unit Damkar Dikerahkan

Gedung Bapenda DKI Jakarta Kebakaran, 100 Personel Damkar Dikerahkan

Polri Pastikan Proses Pemeriksaan Kapolresta Banda Aceh Dilaksanakan Transparan

Polri Pastikan Proses Pemeriksaan Kapolresta Banda Aceh Dilaksanakan Transparan

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Pecat 66 Kepala SPPG, Diduga Minta Fee

Kunjungi PT PAL, Jokowi Tinjau Kapal Selam Perdana di ASEAN Buatan RI

Indonesia Bangun Kapal Selam Scorpene di PT PAL

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Ekonomi Aman

Setahun Beroperasi, Prabowo Sebut Pendapatan Danantara Melejit hingga 400%

Ayo Daftar, Facebook Bantu UKM Rp12,5 Miliar

Perusahaan Induk FB Didenda Rp10 Triliun karena Dinilai merusak Mental Anak

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dihukum Percobaan, Terbukti Sebarkan Informasi Palsu

by Muhammad Fadhil
Juli 27, 2026
in BERITA TERBARU, HUKUM, NEWS
Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dihukum Percobaan, Terbukti Sebarkan Informasi Palsu

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol (dok. REUTERS/Kim Hong-Ji)

ASPEK.ID – Mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dengan masa percobaan selama tiga tahun setelah dinyatakan bersalah melanggar undang-undang pemilu. Putusan itu dijatuhkan Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Senin (27/7/2026).

Dengan status hukuman bersyarat tersebut, Yoon tidak harus menjalani masa pidana penjara selama 18 bulan sepanjang tidak melakukan tindak pidana lain serta memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan pengadilan selama masa percobaan tiga tahun.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan penyebaran informasi palsu saat kampanye pemilihan presiden Korea Selatan pada 2022, jauh sebelum Yoon terseret berbagai perkara pidana setelah menetapkan darurat militer singkat pada Desember 2024 yang memicu krisis politik di negara itu. Saat ini, Yoon diketahui masih mendekam di penjara karena perkara lain yang berkaitan dengan kebijakan darurat militer tersebut.

BacaJuga

Prabowo Sebut Dua Mentornya dalam Menjalankan Pemerintahan

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Prabowo: Pendapatan Danantara Naik 400 Persen

Hashim Dorong FORMAS Awasi MBG di Seluruh Indonesia

Pemerintah Dorong Waskita Karya Jadi Operator Tol

Danantara Investasi Rp44,75 Triliun ke JBS Group di Australia & Selandia Baru

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Yoon terbukti melakukan dua pelanggaran terhadap undang-undang pemilu dengan menyampaikan keterangan yang tidak benar selama masa kampanye.

Pengadilan menilai Yoon tidak jujur mengenai hubungannya dengan seorang dukun bernama Jeon Seong Bae. Ia disebut memberikan keterangan yang menyesatkan dalam sebuah wawancara pada konferensi keagamaan Buddha guna menutupi pertemuan dirinya bersama sang istri, Kim Keon Hee, dengan tokoh spiritual tersebut pada 2019. Hubungan Yoon dengan Jeon sebelumnya sempat menjadi sorotan publik selama Pilpres 2022.

Selain itu, Yoon juga dinyatakan berbohong terkait tuduhan bahwa dirinya pernah memperkenalkan seorang pengacara kepada seorang pejabat pajak yang tengah diselidiki dalam kasus dugaan suap.

“Terdakwa, seorang kandidat utama dalam pemilihan presiden — proses untuk memilih pejabat publik tertinggi negara ini — telah mempublikasikan informasi palsu mengenai tindakan spesifiknya demi keuntungan pribadi,” demikian bunyi putusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul yang dibacakan dalam siaran langsung.

“Terdapat dasar yang kuat untuk menyimpulkan bahwa kemampuan pemilih dalam mengambil keputusan yang tepat — nilai yang ingin dilindungi oleh ketentuan hukum terkait penyebaran informasi palsu — telah terganggu akibat kejadian-kejadian ini,” tegas Pengadilan Distrik Pusat Seoul dalam putusannya.

Menanggapi vonis tersebut, tim kuasa hukum Yoon menyebut putusan pengadilan mengandung “kesalahan signifikan” dan memastikan akan mengajukan banding.

Jika putusan ini berkekuatan hukum tetap setelah seluruh proses banding selesai, dampaknya tidak hanya menyasar Yoon secara pribadi. Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang mengusungnya dalam Pilpres 2022 berpotensi diwajibkan mengembalikan dana penggantian biaya kampanye sebesar 39,7 miliar Won atau sekitar Rp486,3 miliar kepada Komisi Pemilihan Umum Nasional Korea Selatan (NEC).

Sesuai aturan pemilu Korea Selatan, negara memberikan penggantian biaya kampanye kepada partai politik apabila calon presiden yang diusung berhasil memenangkan pemilu atau memperoleh sedikitnya 15 persen suara. Namun, apabila di kemudian hari calon tersebut dijatuhi putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap berupa hukuman penjara atau denda minimal 1 juta Won atas pelanggaran yang membuat hasil pemilu dinilai tidak sah, partai wajib mengembalikan seluruh dana tersebut.

Putusan ini juga membuka peluang dibatalkannya kemenangan Yoon pada Pilpres 2022. Saat itu, Yoon memenangkan pemilu dengan selisih yang sangat tipis, yakni sekitar 0,7 persen suara dari lawannya. []

Komentar
Share10Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Sebut Dua Mentornya dalam Menjalankan Pemerintahan

Jakarta -  Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dua prinsip kepemimpinan yang menjadi pedomannya dalam menjalankan pemerintahan. Nasihat tersebut ia peroleh dari...

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Jakarta - Setiap 8 Agustus, masyarakat di berbagai negara memperingati Hari Kucing Sedunia sebagai bentuk penghargaan terhadap hewan yang telah...

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Prabowo: Pendapatan Danantara Naik 400 Persen

Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menerima laporan bahwa pendapatan Danantara naik sekitar 400 persen dalam setahun beroperasi, namun menegaskan angka tersebut...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In