Dilansir laman Very Well Health, Senin (3/8/2026), berikut enam hal yang dapat terjadi pada tubuh saat minum kopi pada pagi hari:
1. Memberi dorongan energi
Satu cangkir kopi hitam standar mengandung hingga 250 miligram kafein. Sebagai zat stimulan, kafein bekerja pada sistem saraf dan otak sehingga membuat tubuh terasa lebih segar, meningkatkan konsentrasi, dan mengurangi rasa lelah.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan kemampuan fisik dan performa saat berolahraga. Meski demikian, efek tersebut tidak berlangsung lama. Peningkatan energi umumnya mulai terasa sekitar satu jam setelah mengonsumsi kopi dan dapat bertahan selama empat hingga enam jam.
2. Meningkatkan kadar hormon kortisol
Kafein memengaruhi hormon dalam sistem saraf. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi yang mengandung sekitar 80-120 miligram kafein sudah dapat memicu peningkatan kadar kortisol secara signifikan. Kortisol merupakan salah satu hormon utama yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres.
Peningkatan kadar kortisol ini bersifat sementara karena hormon tersebut memang mengalami fluktuasi alami sepanjang hari. Efeknya juga cenderung lebih jelas dirasakan oleh orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kopi secara rutin.
3. Memengaruhi sistem pencernaan
Kopi pada pagi hari turut memberikan dampak pada sistem pencernaan. Kafein memiliki efek sebagai pencahar alami yang merangsang pergerakan usus.
Apabila diminum setelah sarapan, kopi dapat membantu merangsang proses pencernaan dan memicu buang air besar dalam waktu singkat. Efek ini dapat membantu orang yang sesekali mengalami sembelit ringan.
Di sisi lain, kopi juga bersifat asam sehingga dapat merangsang produksi asam lambung. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat menyebabkan sakit perut, nyeri ulu hati (heartburn), perut kembung, gas berlebih, hingga iritasi pada lapisan lambung.
4. Menghambat penyerapan sejumlah nutrisi
Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mengganggu penyerapan beberapa nutrisi penting, seperti kalsium, zat besi, magnesium, dan vitamin D. Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi berkaitan dengan kadar vitamin D yang lebih rendah. Salah satu dugaan penyebabnya adalah proses metabolisme kafein di dalam tubuh.
Meski demikian, konsumsi kopi dalam jumlah sedang umumnya tidak memberikan dampak berarti bagi orang yang memiliki kadar nutrisi seimbang. Para ahli menyarankan agar orang yang berisiko mengalami kekurangan vitamin atau mengonsumsi suplemen, seperti vitamin D dan kalsium, mengatur waktu konsumsi suplemen tersebut agar tidak bersamaan dengan minum kopi.
5. Picu kenaikan tekanan darah sementara
Karena bersifat stimulan, kafein dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, terutama pada orang yang jarang mengonsumsi kopi. Saat sistem saraf pusat dirangsang oleh kafein, tubuh merespons dengan menyempitkan pembuluh darah. Respons tersebut menyebabkan detak jantung meningkat, yang kemudian diikuti dengan kenaikan tekanan darah.
Meski efeknya bersifat sementara, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara rutin justru dapat membantu menurunkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penderita hipertensi tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai batas konsumsi kopi yang aman.
6. Meningkatkan kadar gula darah
Minum kopi sebelum sarapan juga dapat memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kadar gula darah dan sensitivitas insulin. Ketika kafein merangsang sistem saraf untuk melepaskan hormon, tubuh turut melepaskan glukosa yang tersimpan ke dalam aliran darah. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang bersifat sementara.
Respons insulin setiap orang dapat berbeda-beda karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti genetika, metabolisme, dan kondisi tubuh masing-masing. Di sisi lain, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang dalam jangka panjang berpotensi mendukung kesehatan metabolisme.














