Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan akan ada banyak lapangan kerja yang hilang. Permasalahan lapangan pekerjaan disebut akan menjadi salah satu tantangan bagi Indonesia di masa depan. Berdasarkan data dari World Economic Forum Future of Jobs 2023 Report, dalam 5 tahun ke depan akan hilang 83 juta lapangan pekerjaan. Dalam rentang periode itu, ada juga 69 juta lapangan pekerjaan baru.
Erick menyatakan, Indonesia butuh banyak entrepreneur atau wirausahawan untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Saat ini rasio kewirausahaan nasional sudah 3,4% dari target 4% pada 2024 mendatang.
Menurut laporan World Economic Forum Future of Jobs 2023 Report, jenis pekerjaan yang akan hilang paling cepat adalah peran klerikal atau sekretaris, termasuk teller bank dan pegawai terkait, layanan pos, kasir, petugas tiket, petugas admin, akuntansi, dan petugas penggajian.
Diperkirakan bahwa demand akan turun sekitar 25-35% untuk profesi kasir dan ticketing, petugas input data, accounting, dan petugas penggajian. Sementara itu, perkembangan teknologi digital mendorong tumbuhnya pekerjaan baru.
Masih menurut laporan yang sama, ada pertumbuhan demand sekitar 30-35% untuk profesi Data Analysts dan Data Scientists, Big Data Specialists, Business Intelligence Analysts, Database and Network Professionals, dan Data Engineers.
Adapun industri yang paling banyak membutuhkan profesi tersebut yakni Keuangan (31%), Retail dan Konsumer (37%), and Supply Chain dan Transportasi (42%).
























