ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir melihat progres pemugaran Gedung Sarinah, Jakarta. Dalam kunjungannya, dia meminta karya ini direstorasi sedapat-dapatnya kembali seperti sediakala.
Saat Sarinah kembali dibuka nanti, relief ini dikatakan Erick Thohir juga dapat dipamerkan kepada publik.
“Bangsa besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya,” tutur Erick dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Dalam kunjungannya, Menteri BUMN didampingi Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Agung Budi Waskito dan Kurator Galeri Nasional Indonesia Asikin Hasan.
Fetty menjelaskan bahwa proses pemugaran Gedung Sarinah secara prinsip masih on track dan on schedule walau di era Covid-19.
Pekerjaan renovasi secara progresif dapat dilaksanakan asal dengan protokol kesehatan yang ketat karena sektor konstruksi termasuk yang mendapat izin untuk beroperasi secara penuh.
“Sarinah sebagai gedung dengan predikat cagar budaya juga memiliki sebuah karya seni rupa patung relief,” kata Fetty.
Relief ini melambangkan kegiatan ekonomi rakyat jelata yang pada saat itu bertumpu pada hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan kerajinan.
Sementara Asikin Anggota Tim Ahli Cagar Budaya menuturkan karya seni ini ukurannya sangat epik serta gigantik. Bahkan, pada saat dibuat sudah menggunakan teknologi pengecoran panel tunggal modern.
Relief ini juga terus mengingatkan amanah Sarinah untuk membesarkan mereka. Pada tahun 80-an, Sarinah pernah terbakar dan mengalami pelebaran koridor pengunjung. Relief ini dipindahkan dan disimpan di lantai dasar.
Berkenaan dengan transformasi dan renovasi Gedung Sarinah, maka relief ini akan direstorasi dan dipamerkan saat pemugaran usai dan Sarinah beroperasi kembali.
Relief di Gedung Sarinah ini, menurut catatan beberapa ahli sejarah dan seni rupa nasional, dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966).
Relief menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah. Adapun terkait arsitek atau desainer patung ini masih ditelusuri oleh TACB, demikian juga cetak birunya.






















