ASPEK.ID, JAKARTA – PT FAP Agri Tbk yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, resmi menjadi perusahaan tercatat pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2021.
Emiten berkode FAPA tersebut melantai melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO dan melepas 544,41 juta saham atau 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor dengan harga Rp1.840 per saham.
Adapun nilai emisi FAPA, yang berdiri pada 1994 itu seluruhnya berjumlah Rp1,001 triliun dan FAPA menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
FAPA menjadi perusahaan tercatat ke 714 di BEI dan termasuk ke dalam daftar saham syariah yang tercatat di papan pengembangan.
Pada perdagangan perdananya, saham FAPA terpantau naik 460 poin atau 25 persen menjadi Rp2.300 per saham.
“Saat ini, FAPA mengoperasikan perkebunan dan fasilitas pengolahan kelapa sawit melalui para entitas anaknya yang berdomisili di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Riau. Dana hasil IPO akan digunakan untuk pembayaran utang bank,” kata Direktur Utama FAPA Donny dilansir Antara di Jakarta, Senin (4/1).
Bisnis minyak kelapa sawit dikatakan Donny memiliki potensi yang besar, karena permintaan internasional yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia.
Selain itu, minyak kelapa sawit memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan minyak nabati yang lain. Kemudian, kampanye penggunaan biofuel secara nasional dan global juga semakin gencar
“Sebagai perusahaan yang tercatat di BEI, FAPA akan mendapatkan akses pada sumber pendanaan yang lebih luas dan berpeluang untuk mengembangkan usahanya,” ujar Donny.
Per 31 Mei 2020, entitas anak telah mengelola total lahan tertanam seluas lebih dari 86 ribu hektare dan dengan penguasaan lahan lebih dari 110 ribu hektare yang tersebar di Kalimantan dan Riau, 5 unit PKS dengan total kapasitas sekitar 285 ton per jam, dan 1 unit PPIS dengan kapasitas sekitar 108 ton per hari di Kalimantan.
























