• Latest
  • Trending
Ikan Gabus Melimpah, Indonesia Masih Impor Albumin

Ikan Gabus Melimpah, Indonesia Masih Impor Albumin

Potensi Karbon Hutan Indonesia Kalahkan Amazon

79 IUP Masih Aktif di Aceh, FJL Ingatkan Pentingnya Lindungi Bentang Alam Tanah Gayo

Prabowo Resmikan Biosolar B50, Berapa Harga Jualnya di SPBU?

Guru Besar UPER Ingatkan Tantangan B50, Jangan Bergantung pada Sawit

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa Kuat M 7,1 Hantam Kyushu Jepang, JMA Keluarkan Peringatan Tsunami

Nostalgia, KAI Hadirkan Livery Lokomotif Era 1953-1991

Reshuffle di KAI, Purnomo Sucipto Tak Lagi Jabat Komisaris

DPR-Pemerintah Sinkronkan Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera

PWI Bakal Cabut Laporan Terhadap Hotman Paris Usai Dimediasi Dasco

Radio Merah Putih Promosi Kopdes Mengudara

Menko Zulhas: Kopdes Bukan Toko Jamin tidak Matikan Warung

Bisnis di Indonesia Nomor 3 Siap Digitalisasi di Asia Tenggara

Menaker: Skill AI Kunci Kerja di Era Digital

Gubernur BI Beberkan 7 Langkah Percepat Pemulihan Ekonomi

Ada Peluang KPK Panggil Perry Warjiyo

Teguran Keras Prabowo ke Direksi BUMN, Pintu Masuk Danantara untuk Bersih-bersih

Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru, Ini Daftarnya

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Dibuka Melemah Lalu Menguat

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Limbah Sawit 16 Juta Ton/Tahun, Jadi Sumber Bisnis Baru

Di Balik Modernisasi Pelabuhan, Pelindo Marine Jadi Kunci Kelancaran Operasi

Di Balik Modernisasi Pelabuhan, Pelindo Marine Jadi Kunci Kelancaran Operasi

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ikan Gabus Melimpah, Indonesia Masih Impor Albumin

by Zamzami Ali
Januari 8, 2021
in EKONOMI
Ikan Gabus Melimpah, Indonesia Masih Impor Albumin

Ilustrasi.

ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak generasi muda untuk melihat Indonesia sebagai bangsa besar yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, khususnya di sektor kelautan dan perikanan, yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, Kamis (7/1), pada Talkshow Milenial Kelautan dan Perikanan secara daring, hasil kerja sama Senat Taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai.

“Anak-anak muda sekarang perlu melihat Indonesia itu hebat, keren loh, punya sumber daya alam yang luar biasa. Luas laut kita 2/3 dari wilayah Indonesia atau sekitar 6,2 juta kilometer persegi dari total 8 juta kilometer persegi luas wilayah Indonesia,” katanya.

BacaJuga

Guru Besar UPER Ingatkan Tantangan B50, Jangan Bergantung pada Sawit

Menko Zulhas: Kopdes Bukan Toko Jamin tidak Matikan Warung

IHSG Dibuka Melemah Lalu Menguat

Limbah Sawit 16 Juta Ton/Tahun, Jadi Sumber Bisnis Baru

Bankir Kompak Minta Gubernur BI Baru Jaga Kepercayaan Pasar dan Nilai Tukar

Burhanuddin Abdullah Diisukan Jadi Calon Gubernur BI, Airlangga Buka Suara

Belum lagi keanekaragaman hayati 8.500 spesies ikan. Belum termasuk perairan umum daratan, ada sungai, danau, rawa yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain.

“Karena itu kita sebagai bangsa yang besar bersyukur atas segala nikmat Ilahi ini. Patut membangkitkan semangat anak muda kita untuk melihat laut sebagai sesuatu yang punya harapan dimasa depan,” tuturnya.

Untuk membangkitkan semangat tersebut, ia mengatakan, terdapat lima prinsip untuk kelautan berkelanjutan. Yang pertama adalah ocean knowledge, artinya belajar, mengerti, memahami, mendalami, dan menggali pengetahuan seluas-seluasnya tentang kelautan dan perikanan.

Ia mencontohkan, ikan yang dikenal masyarakat tidak lebih dari 50 jenis, padahal Indonesia memiliki 8.500 spesies, tidak hanya ikan konsumsi, tetapi juga non konsumsi.

Misalnya ikan gabus dapat menghasilkan albumin yang sangat bermanfaat di dunia medis untuk pemulihan sel bagi korban kecelakaan atau pasien pasca operasi.

Sayangnya, Indonesia masih mengimpor albumin, yang harganya sekitar Rp 2,1 juta per 100 ml, padahal ikan gabus mudah ditemui sehari-hari di perairan Indonesia.

Prinsip kedua, lanjut Sjarief, adalah ocean health. Dalam hal ini laut berperan sama dengan hutan tropis yang saat ini sudah banyak dieksploitasi.

Untuk itu diperlukan pemahaman tentang karakteristik laut, sungai, dan danau agar tetap bisa berperan sebagai sumber daya alam yang bermanfaat bagi kesehatan laut.

Salah satu cara membuat laut yang sehat adalah dengan tidak membuang sampah plastik, yang dapat dimakan oleh ikan, yang selanjutnya dimakan oleh manusia, sehingga manusia dapat terkontaminasi limbah plastik yang berbahaya bagi kesehatan.

Prinsip ketiga adalah ocean wealth. Menurutnya, kita bisa memanfaatkan kekayaan yang berasal dari lautan kita, terdiri dari organisme laut, ikan, kekerangan, kepiting, rajungan, mineral bawah laut, minyak dan gas bumi, nikel, kobalt, air tawar di laut, garam, dan sebagainya, yang belum dieksploitasi.

Sebagai contoh, garam saja kalau jenis biasa seharga Rp300 per kg, namun jika diolah jadi garam konsumsi, harganya sekitar Rp15.000 per setengah kg.

Jika diolah lagi menjadi garam spa, maka harganya sekitar Rp300 ribu per kg. Melalui kekayaan laut ini bisa memberikan nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Berikutnya, prinsip keempat adalah ocean finance, adalah sebagaimana kita membiayai semua usaha-usaha di laut kita. Kita berhubungan dengan perbankan, sumber permodalan lain, dari koperasi dan segala macam, sehingga eksploitasi laut dan sebagainya bisa dihitung berapa kekayaannya dan berapa biaya yang dipakai untuk mengelola itu dan akhirnya kemanfaatannya untuk masyarakat,” ujar Sjarief.

Terakhir, prinsip kelima, sambung Sjarief, adalah ocean equity. Artinya bagaimana pemanfaatan ini bisa dinikmati oleh semua orang, bukan hanya sekelompok kecil orang atau pengusaha besar.

“Masyarakat yang berada di sekitar pantai, yang tinggal di pesisir, dan masyarakat kecil lainnya juga menerima kemanfaatannya,” tandasnya.

Komentar
Share226Tweet141SendShareShare39Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Blue Food Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia

Blue Food Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia

Jakarta - Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada mengatakan masa depan ketahanan pangan tidak lagi hanya bergantung pada sektor pertanian...

Detik-detik Menteri Sakti Trenggono Pingsan di Tengah Upacara Duka

Detik-detik Menteri Sakti Trenggono Pingsan di Tengah Upacara Duka

ASPEK.ID, JAKARTA - Suasana duka mendalam menyelimuti upacara persemayaman dan pemberangkatan tiga jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Politeknik...

Perinus Ekspor Perdana 50 Ton Cakalang ke Jepang

Strategi KKP Tingkatkan Kualitas & Jangkauan Pasar Tuna Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan peringatan Hari Tuna Sedunia sebagai momentum meningkatkan kualitas dan jangkauan pasar komoditas perikanan tersebut....

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Potensi Karbon Hutan Indonesia Kalahkan Amazon

79 IUP Masih Aktif di Aceh, FJL Ingatkan Pentingnya Lindungi Bentang Alam Tanah Gayo

Prabowo Resmikan Biosolar B50, Berapa Harga Jualnya di SPBU?

Guru Besar UPER Ingatkan Tantangan B50, Jangan Bergantung pada Sawit

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa Kuat M 7,1 Hantam Kyushu Jepang, JMA Keluarkan Peringatan Tsunami

Nostalgia, KAI Hadirkan Livery Lokomotif Era 1953-1991

Reshuffle di KAI, Purnomo Sucipto Tak Lagi Jabat Komisaris

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In