ASPEK.ID, JAKARTA – Kenaikan harga emas saat ini disebabkan oleh perekonomian global yang tidak menentu akibat wabah virus corona (Covid-19) serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai bahwa harga emas akan terus meningkat hingga menyentuh level Rp 1 juta per gram.
Saat ini, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada Minggu (23/2) berada pada level Rp 804 ribu per gram.
“Pelemahan mrupiah akan kembali ke Rp 14 ribu dan ini akan diuntungkan untuk orang melakukan invetasi emas, karena logam mulia bisa kembali naik dan bisa saja logam mulia bisa kembali ke 1 juta per-gramnya,” kata Ibrahim Assuaibi seperti dilansir laman Tempo, MInggu (23/2).
Aksi Bank Indonesia (BI) beberapa hari lalu yang menurunkan tingkat suku bunga acuannya menjadi 4,75 persen pun belum sanggup untuk membuat rupiah menjadi perkasa. Oleh karena itu, melemahnya rupiah bisa membuat harga emas menjadi semakin tinggi.
Faktor lain menguatnya harga emas karena mewabahnya virus corona dibeberapa negara selain Cina, seperti Korea Selatan, Jepang dan Filipina.
“Wabah virus corona akan berlangsung selama satu semester pada 2020. “Kemungkinan besar pada Q1 dan Q2 pertumbuhan ekonomi global tidak sesuai dengan ekspektasi bank dunia maupun IMF,” ujarnya.
Padahal kata Ibrahim, masalah perekonomian global sebelumnya sudah mulai reda, yakni perang dagang Amerika Serikat dan Cina yang telah teken perjanjian fase pertama.
“Setelah virus corona menyebar mengakibatkan pertumbuhan ekonomi global terus mengalami perlambatan, sehingga ada dugaan virus corona lebih jahat dibandingkan perang dagang AS dan Tiongkok,” tuturnya






















