Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melaporkan bahwa Bandara Haji Muhammad Sidik dapat menampung lebih dari 50 ribu orang dalam setahun. Apabila terus berkembang, maka ia berkomitmen akan meningkatkan pembangunannya seperti menambah kapasitas landasan pacu dan sebagainya.
“Kita memang selalu memperhatikan komitmen pemerintah, untuk selalu melakukan pemerataan pembangunan ke daerah-daerah, ke seluruh daerah, ke seluruh provinsi, dan Kalimantan Tengah adalah salah satu daerah yang memang kita perhatikan,” ungkapnya saat peresmikan Bandara Haji Muhammad Sidik di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (30/03/2020)
Sebagai informasi, Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh diproyeksikan sebagai pengganti Bandara Beringin Teweh Tengah yang sudah tidak mungkin dikembangkan lagi karena keterbatasan lahan dan letaknya di tengah kota.
Bandara Haji Muhammad Sidik yang dibangun melalui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019 dan selesai pada 2019 dengan biaya sekitar Rp 380 Miliar ini, digunakan untuk melayani masyarakat Barito Utara dan aktivitas ekonomi berupa pertambangan khususnya emas dan batu bara, serta mendukung pariwisata dan lokasi penyangga food estate.
Adapun rute penerbangan Bandara Haji Muhammad Sidik sementara ini meliputi penerbangan perintis Senin dan Rabu Palangkaraya – Muara Teweh pergi pulang (PP), penerbangan reguler Senin dan Rabu Muara Teweh – Banjarmasin PP, serta charter flight 2 sampai 3 kali seminggu Balikpapan – Muara Teweh PP.
























