ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Djibouti, Ismail Omar Guelleh kembali menang sebagai presiden untuk masa jabatan yang kelima.
Pemungutan suara pada hari Jumat itu ia melawan satu penantang Zakaria Ismail Farah. Data Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bahwa Zakaria Ismail Farah berada di urutan kedua dengan 2,48% dari 177.391 suara.
Sebanyak 5.447 surat suara dinyatakan tidak sah. Farah mengatakan hasilnya “jauh dari kenyataan”.
“Hasil ini tidak diragukan lagi adalah hasil penjejalan kotak suara, (yang) terjadi tanpa kehadiran delegasi saya,” katanya seperti dikutip dari Reuters.
Alexis Mohamed, penasihat utama presiden, membantah tuduhan penipuan dan mengatakan Farah abstain dalam memberikan suaranya.
“Tuduhan penjejalan kotak suara benar-benar salah,” kata Mohamed.
Sementara Farah mengatakan bahwa dia abstain dari pemungutan suara karena dia telah menjadi korban dari awal kampanyenya hingga hari pemilihan.
Negara Tanduk Afrika, dengan populasi kurang dari 1 juta, relatif stabil, terutama dibandingkan dengan tetangga regionalnya Somalia, Ethiopia dan Eritrea.
Negara ini menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, Cina, dan Prancis dan terletak di sepanjang salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia, Teluk Aden, menjadikannya pos strategis.





















