ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri nonblok di tengah dinamika geopolitik global, termasuk mencuatnya rencana Amerika Serikat (AS) untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark.
Sikap tersebut disampaikan Sugiono saat sesi wawancara di Bad Ragaz, Swiss, Sabtu (24/1), ketika merespons pertanyaan mengenai posisi Indonesia terhadap meningkatnya ketegangan politik di kawasan Greenland.
“Intinya, kita ada dalam posisi nonalign. Kita sadar, bahwa dunia sekarang sangat dinamis situasinya. Namun, kita juga harus ingat bahwa ada kepentingan nasional yang harus kita jaga,” kata Sugiono.
Menurut Sugiono, Indonesia secara konsisten menempatkan perdamaian dan stabilitas global sebagai fondasi utama dalam menyikapi berbagai konflik dan rivalitas antarnegara besar yang kian menguat.
Ia menilai, tanpa kondisi global yang stabil dan damai, mustahil tercipta kemakmuran yang berkelanjutan, baik bagi negara berkembang maupun negara maju.
Sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto, Sugiono menegaskan bahwa stabilitas dan perdamaian merupakan syarat mutlak bagi tercapainya keadilan dan kesejahteraan dunia.
“Tanpa stabilitas, tanpa perdamaian, tidak mungkin mencapai suatu keadaan yang di mana dunia ini makmur, di mana masyarakatnya makmur,” ujar menteri asal Gayo, Aceh ini.
Karena itu, Indonesia, lanjut Sugiono, akan terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi serta memperkuat kerja sama internasional, tanpa terjebak dalam blok kekuatan tertentu.
“Saya kira itu yang menjadi posisi kita,” pungkas Sugiono yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra. []





















