Ginjal memiliki fungsi vital menyaring racun dari proses metabolisme dan mengeluarkannya lewat urine. Penyakit ini termasuk 10 penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian.
Berikut ini gejala 7 ginjal bermasalah dikutip dari berbagai sumber, Selasa (17/1/2023).
1. Bau mulut
Limbah yang tak tersaring maksimal akibat kerusakan ginjal memicu kondisi yang disebut uremia. Kondisi ini bisa menyebabkan bau mulut.
2. Sering merasa lelah
Ginjal menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya melalui urine. Saat ginjal tak berfungsi dengan baik, racun dapat menumpuk. Kondisi membuat tubuh menjadi mudah lelah dan sulit berkonsentrasi. Penyebabnya adalah produksi sel darah merah yang tidak maksimal akibat kerusakan tersebut. Ginjal sendiri berfungsi untuk mengeluarkan hormon yang memberi tahu tubuh untuk memproduksi sel darah merah.
3. Jarang kencing
Ciri-ciri ginjal yang rusak yang paling umum adalah jarang kencing. Kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan ginjal untuk memproduksi urine. Akibatnya, frekuensi buang air kecil pun jadi menurun.
4. Urine berbusa
Mengutip Healthline, urine berbusa dapat menunjukkan bahwa tubuh memiliki terlalu banyak protein, seperti albumin, dalam urin. Protein dalam urin Anda bereaksi dengan udara untuk membuat busa.
Biasanya, ginjal menyaring air ekstra dan produk limbah dari darah ke dalam urin. Protein dan zat penting lainnya yang dibutuhkan tubuh terlalu besar untuk masuk melalui filter ginjal, sehingga tetap berada di aliran darah Anda.
5. Kulit gatal
Kulit gatal bisa terjadi akibat ginjal yang tak lagi mampu membuang racun dari dalam tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan ruam dan rasa gatal di sekujur tubuh.
6. Kaki dan tangan bengkak
Saat ginjal tak dapat membuang natrium dengan baik, cairan akan menumpuk di dalam tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan tangan, kaki, atau bahkan wajah membengkak. Selain itu, kebocoran protein dalam urine juga bisa menyebabkan bengkak di area sekitar mata.
7. Sesak napas
Kerusakan membuat ginjal tak bisa menghasilkan hormon eritropoietin. Hormon ini memberi sinyal pada tubuh untuk memproduksi sel darah merah. Tanpa hormon tersebut, Anda bisa terkena anemia dan sesak napas.





















