ASPEK.ID, MAKASSAR – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan bersama Pusdokkes Polri berhasil mengidentifikasi korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Korban teridentifikasi atas nama Ester Aprilita Binarsinta Sihianibat (26). Jenazah sebelumnya tiba di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Jumat (22/1) dini hari.
Berdasarkan laporan tim evakuasi, jenazah ditemukan di sekitar bagian ekor pesawat, area yang dalam beberapa hari terakhir menjadi fokus penyisiran tim SAR gabungan.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol Muh Haris, menyampaikan bahwa kantong jenazah bernomor PM 62 B.04 berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan sidik jari, gigi, properti, serta ciri-ciri khusus yang sesuai dengan data antemortem.
“Korban teridentifikasi atas nama Ester Aprilita Binarsinta Sihianibat, usia 26 tahun, jenis kelamin perempuan, beralamat di Perum Bukit Rancamaya Nomor 1, Blok EDO RT 001 RW 006, Desa Cinggiran, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” kata Kombes Pol Muh Haris kepada wartawan.
Dengan hasil tersebut, hingga saat ini tiga korban telah teridentifikasi dari total empat kantong jenazah yang diterima tim DVI.
Sementara itu, Kapusident Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi menjelaskan bahwa kondisi jenazah masih memungkinkan dilakukan pengambilan sidik jari, meski terdapat sedikit kendala teknis.
“Kondisi jenazah masih cukup baik, sehingga jaringan tangan dan sidik jari masih dapat diambil. Proses identifikasi dilakukan dengan pembandingan sidik jari jempol tangan kanan antara data postmortem dan data antemortem,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski sidik jari korban dalam kondisi sedikit kabur, tim tetap menemukan kesesuaian yang signifikan.
“Dari hasil pembandingan ditemukan titik-titik kesamaan, sehingga secara ilmiah dapat diyakini bahwa kantong jenazah PM 62 B.04 adalah atas nama Ester Aprilita Binarsinta Sihianibat,” jelasnya.
Tim DVI gabungan memastikan proses identifikasi terhadap korban lainnya akan terus dilakukan secara profesional dan berhati-hati, dengan hasil yang akan diumumkan secara resmi kepada publik dan keluarga korban. []























