ASPEK.ID, PANGKEP – Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah ditemukan. Total terdapat 10 korban yang berhasil dievakuasi hingga hari ketujuh operasi pencarian, Jumat (23/1).
Sebelumnya, tim SAR telah menemukan delapan jenazah korban, terdiri dari dua korban yang ditemukan pada awal pencarian dan enam jenazah lainnya yang berhasil dievakuasi pada hari sebelumnya.
Pada hari ketujuh, tim kembali menemukan dua korban terakhir dalam rentang waktu yang berdekatan. Jenazah kesembilan ditemukan pada pukul 08.33 WITA, disusul penemuan jenazah kesepuluh pada pukul 09.16 WITA di lokasi yang tidak berjauhan.
“Alhamdulillah, jenazah pertama ditemukan oleh tim kami yang disebut tim tombak dari Yonif 433 Kostrad yang kemudian diteruskan ke posko utama SAR. Penemuan itu merupakan paket kesembilan,” kata Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi kepada wartawan, Jumat (23/1).
“Kemudian, tidak lama berselang kami juga menemukan paket ke sepuluh yang lokasinya tidak jauh yaitu tepatnya pada pukul 09.16 WITA,” tambahnya.
Dengan ditemukannya dua korban terakhir tersebut, operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 dinyatakan selesai. Kolonel Inf Dody Priyo Hadi menyebut seluruh area pencarian telah disisir secara menyeluruh dan digunakan sandi “sapu bersih” sebagai penanda tuntasnya operasi SAR.
“Alhamdulillah, kami menemukan semua korban termasuk bagian penting dari pesawat di hari ketujuh. Kita menggunakan sandi ‘sapu bersih’,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari aparat, relawan, hingga masyarakat setempat yang turut membantu selama operasi berlangsung.
“Terima kasih kepada masyarakat, relawan, prajurit, hingga yang mempersiapkan logistik dan rumah untuk ditempati. Keberhasilan ini menjadi bagian dari kerja sama dalam melakukan pencarian dengan baik,” tutupnya. []























