• Latest
  • Trending

Jokowi: Enak Sekali Jadi BUMN, Sakit Dimodali

Iran Tuduh UEA Jadi Mitra Aktif AS-Israel dalam Serangan ke Teheran

Iran Tuduh UEA Jadi Mitra Aktif AS-Israel dalam Serangan ke Teheran

Hirup Udara Bebas, Tiga Legislator NTB Tetap Berstatus Terdakwa

Hirup Udara Bebas, Tiga Legislator NTB Tetap Berstatus Terdakwa

Dua JCH Aceh Kloter 9 Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Ini Penyebabnya

Dua JCH Aceh Kloter 9 Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Ini Penyebabnya

Nadiem soal Tuntutan 18 Tahun: Lebih Berat dari Teroris

Jaksa Sebut Ada Skema ‘White Collar Crime’ di Kasus Chromebook Nadiem

Modifikasi Cuaca di IKN Kurangi Hujan 97%

DPR: Putusan MK Soal Ibu Kota Tak Berarti Proyek IKN Berhenti

Kapal Bawa 37 WNI Tenggelam di Perak Malaysia, 7 Tewas dan 7 Hilang

Presiden Prabowo Hadir Sebagai Chief Guest di Hari Republik India

Prabowo Ungkap Ribuan Puskesmas dari Zaman Soeharto Belum Tersentuh Renovasi

KKJ Aceh Kutuk Kekerasan terhadap Jurnalis Saat Liput Demo Tolak Pergub JKA

KKJ Aceh Kutuk Kekerasan terhadap Jurnalis Saat Liput Demo Tolak Pergub JKA

Naik Pangkat Bintang Tiga, Kapolda Metro Jaya Kini Berpangkat Komjen

Naik Pangkat Bintang Tiga, Kapolda Metro Jaya Kini Berpangkat Komjen

Nadiem soal Tuntutan 18 Tahun: Lebih Berat dari Teroris

Nadiem soal Tuntutan 18 Tahun: Lebih Berat dari Teroris

Isra Mikraj Momentum Perkuat Keluarga dan Naik Kelas dalam Beragama

Kemenag Buka Suara soal Menag Pakai Busana Adat Aceh di Video Katolik

Jaksa Ungkap Alasan Tuntut Nadiem 18 Tahun

Jaksa Ungkap Alasan Tuntut Nadiem 18 Tahun

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Mei 15, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Jokowi: Enak Sekali Jadi BUMN, Sakit Dimodali

by Aspek
Oktober 17, 2021
in BERITA UTAMA, BUMN

Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan dalam Ratas Evaluasi PPKM, Senin (06/09/2021) melalui konferensi video. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Jokowi menyentil BUMN yang mendapat proteksi pemerintah dan disuntik penyertaan modal negara (PMN).

Jokowi menyatakan pemerintah tidak lagi memberikan proteksi kepada BUMN dengan kondisi menurun atau kategori sakit. Menurutnya, BUMN terlalu sering menerima PMN sehingga manja dan sulit berkompetisi.

“Kalau yang lalu-lalu, BUMN-BUMN-nya banyak terlalu keseringan kita proteksi. Sakit, tambahi PMN. Sakit, suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali! Dan, akhirnya itu yang mengurangi nilai-nilai yang tadi saya sampaikan. Berkompetisi enggak berani, bersaing enggak berani, mengambil risiko enggak berani,” kata Jokowi kepada Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/10/2021).

BacaJuga

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook

MK Tolak Gugatan UU IKN, Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara

Danantara Buka Peluang Caplok Saham Eramet di Weda Bay Nickel

Transformasi BUMN Dinilai Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI

WIKA Rombak Direksi dan Komisaris, Harris Arthur Hedar Kembali Jadi Komisaris

Dua Kapal Pertamina Belum Bisa Lewat Hormuz, Negosiasi Masih Jalan

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jokowi memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir tidak lagi memberikan proteksi kepada BUMN. Menurutnya, pengelolaan BUMN harus dilakukan secara profesional.

“Ya bagaimana profesionalisme, kalau itu tidak dijalankan? Jadi, tidak ada yang namanya proteksi-proteksi lagi itu sudah. Sudah, lupakan Pak Menteri [BUMN], yang namanya proteksi-proteksi itu,” ujarnya.

Jokowi menyoroti rumitnya birokrasi di BUMN  seperti perizinan pembangkit listrik ada 259 izin.

“Ada izin, ada rekomendasi, ada surat pernyataan, sama saja, itu izin, dan itu jumlahnya 259 izin. Kalau dibawa koper mungkin sepuluh koper ada itu. Waktu yang diperlukan mencari izin itu bisa tiga tahun, empat tahun, lima tahun, enam tahun, tujuh tahun. Ada yang tujuh tahun, ngadu ke saya. Nah, seperti ini yang harus dipangkas,” tegasnya.

Kepala Negara mengatakan birokasi dan perizinan yang rumit akan membuat para investor enggan untuk berinvestasi di Indonesia. Oleh karena itu, dia meminta agar persoalan tersebut segera diatasi.

“Misalnya di PLN, sampai bertele-tele seperti itu. Enggak bisa lagi. Siapa yang mau investasi kalau berbelit-belit seperti itu? Sudah di kementeriannya berbelit-belit, di daerahnya berbelit-belit, masuk ke BUMN-nya berbelit-belit lagi. [investor] Lari semua,” ujarnya.

Jokowi juga mengungkapkan sebetulnya dirinya sudah memerintahkan sejak tujuh tahun lalu untuk secepatnya menggabungkan, mengonsolidasikan, mereorganisasi BUMN yang saat itu dinilainya terlalu banyak.

“Tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri BUMN, [dulu] ada 108 [BUMN], sekarang sudah turun menjadi 41 [BUMN], ini sebuah fondasi yang sangat baik, kemudian diklasterkan, itu juga baik. Yang paling penting, ke depan, yang ingin kita bangun adalah nilai-nilai, core value,” pungkasnya.

Komentar
Share35Tweet22SendShareShare6Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Bank Indonesia Rekrut Thomas Djiwandono, Purbaya Bakal Tarik Juda Agung

Aturan Terbit! Purbaya Atur Ulang Pajak Restrukturisasi BUMN

ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur ulang pajak...

Sritex Akui Tak Terdampak Langsung Virus Corona

BUMN Tekstil Bisa Jadi Tulang Punggung Baru Industri Nasional

ASPEK.ID, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai rencana pemerintah membentuk BUMN Tekstil berpotensi menjadi penopang penting bagi...

Koreksi Desain IKN, Prabowo Fokus Ketahanan Lingkungan dan Bencana

Bentuk BUMN Tekstil, Pemerintah Mau Kembalikan Kejayaan Sritex

ASPEK.ID, JAKARTA - Pemerintah tengah mematangkan rencana pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru di sektor tekstil dan garmen. Langkah...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Erick Thohir Shalat di Kamar Soekarno

Erick Thohir: Jaga Islam Jaga Indonesia

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Iran Tuduh UEA Jadi Mitra Aktif AS-Israel dalam Serangan ke Teheran

Iran Tuduh UEA Jadi Mitra Aktif AS-Israel dalam Serangan ke Teheran

Hirup Udara Bebas, Tiga Legislator NTB Tetap Berstatus Terdakwa

Hirup Udara Bebas, Tiga Legislator NTB Tetap Berstatus Terdakwa

Dua JCH Aceh Kloter 9 Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Ini Penyebabnya

Dua JCH Aceh Kloter 9 Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Ini Penyebabnya

Nadiem soal Tuntutan 18 Tahun: Lebih Berat dari Teroris

Jaksa Sebut Ada Skema ‘White Collar Crime’ di Kasus Chromebook Nadiem

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In