ASPEK.ID, JAKARTA – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berhasil mempertahankan kinerja positif di tengah situasi pandemi covid-19.
Direktur Utama Bank Mandiri SyariahToni EB Subari di Jakarta, Minggu (27/9) mengatakan, hingga penghujung Agustus 2020 laba bersih yang dihimpun perseroan tumbuh 26,58 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 957 miliar (unaudited).
Selain itu, pembiayaan Mandiri Syariah meningkat 6,18 persen (yoy) menjadi Rp 76,66 triliun di periode yang sama.
Pembiayaan segmen ritel tumbuh 12,52 persen menjadi Rp 48,55 triliun seiring strategi fokus yang ditetapkan. Peningkatan laba bersih dan pembiayaan ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 13,17 persen secara yoy menjadi Rp 99,12 triliun per Agustus.
Sementara itu, rasio non performing finance (NPF) perseroan berhasil ditekan 0,27 persen secara yoy menjadi 2,51 persen di periode yang sama. Ia menambahkan, per 31 Agustus 2020, restrukturisasi pembiayaanyang dilakukan Mandiri Syariah sudah mencakup 29 ribu nasabah dengan outstanding Rp 7,1 triliun.
Efisiensi terus membaik dengan meningkatnya rasio dana murah atau CASA Mandiri Syariahper Agustus mencapai 59 persen dari total pendanaan. Menurut Toni, secara umum perbankan syariah berpotensi tumbuh dan berkembang meski tekanan menimpa ekonomi makro dan industri keuangan akibat pandemi.
“Peluang pertumbuhan ini tercermin dari terjaganya kinerja positif industri perbankan syariah, khususnya Mandiri Syariah, sejak beberapa tahun terakhir,” katanya.























