• Latest
  • Trending
KKP Rintis Kampung Ikan Dewa di Sumedang

KKP Rintis Kampung Ikan Dewa di Sumedang

Cuaca Panas Bisa Picu Miastenia Gravis, Kenali Gejalanya!

Cuaca Panas Bisa Picu Miastenia Gravis, Kenali Gejalanya!

1.200 Personel Gabungan Amankan Duel Chelsea Vs AC Milan di SUGBK

1.200 Personel Gabungan Amankan Duel Chelsea Vs AC Milan di SUGBK

Kebakaran Bapenda DKI Padam, 2 Mobil Damkar Masih Siaga

Kebakaran Bapenda DKI Padam, 2 Mobil Damkar Masih Siaga

Tak Terima Dimarahi Nakhoda, ABK Bakar Kapal di Perairan Aru Maluku

Tak Terima Dimarahi Nakhoda, ABK Bakar Kapal di Perairan Aru Maluku

Tips Cek Hoaks Via WA & Situs Resmi

Penyebar Hoaks Bisa Dijerat Dengan UU Tipikor

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Jenderal AS Dorong Trump Akhiri Perang dengan Iran

Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Dapat Kerja Daripada S1

Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Dapat Kerja Daripada S1

25,22 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

OJK: Dana Asing Masuk ke Pinjol Rp 17 Triliun

Awasi Penerapan Digital ID, Nezar Patria: Lindungi Konsumen dan Pengguna Layanan

Nezar Patria: 3 Strategis Dosen Hadapi AI Generatif

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

BI Ubah Uang Rusak jadi Medali

Telkom Bukukan Pendapatan Positif Rp75,3 Triliun di Paruh Pertama 2024

Telkom Pangkas 34 Entitas Usaha

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

KKP Rintis Kampung Ikan Dewa di Sumedang

by Zamzami Ali
Agustus 23, 2021
in EKONOMI
KKP Rintis Kampung Ikan Dewa di Sumedang

Ikan Dewa. [Foto: KKP RI]

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) saat ini tengah menggalakkan pembentukan dan pengembangan kampung ikan di berbagai daerah dalam rangka mendukung program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang digaungkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Program tersebut yakni pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi perikanan.

Salah satu kawasan yang potensial untuk dikembangkan adalah Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, sebagai salah satu habitat alami ikan dewa atau ikan kancra yang bernama latin Tor soro.

BacaJuga

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

Rosan: Danantara Ditawarkan Kelola Bersama Bandara Madinah

Prabowo Masih Cari Calon Gubernur BI Baru, Banyak Nama Masuk Daftar

Jamaah Haji RI Habiskan Rp 4,25 Triliun untuk Beli Oleh-oleh di Arab

Rosan: RI-Arab Saudi Teken MoU Investasi

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Spesies ikan ini merupakan ikan endemik bernilai ekonomis tinggi dan memiliki nilai kultural bagi masyarakat Kabupaten Sumedang.

Dalam rangka melakukan inisiasi pembentukan kampung ikan dewa, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP), Pusat Riset Perikanan, BRSDM, melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) secara daring yang melibatkan pakar, peneliti, dosen, penyuluh, tokoh masyarakat, dan pembudidaya ikan dewa pada 21 Agustus 2021.

“KKP dan Pemda perlu bersinergi agar sumber daya perikanan setiap daerah yang potensial dijadikan kampung ikan dapat lebih optimal, sehingga teknologi budidaya perikanan yang dikembangkan dapat sejalan dengan kearifan lokal di daerah tersebut,” papar Kepala Pusat Riset Perikanan, Yayan Hikmayani.

Lebih lanjut disampaikan bahwa meningkatkan kearifan lokal dari sudut pandang perikanan dapat berkaitan dengan tiga aspek, diantaranya jenis ikan memiliki nilai tradisi atau adat di masyarakat; memiliki karakter spesifik untuk wilayah tertentu; dan memiliki nilai yang cukup baik terutama export oriented, ketahanan pangan dan kesejahteraan. Ikan dewa pun dinilai memiliki ketiga aspek tersebut.

“Karenanya kami berharap agar kampung ikan yang tengah dicanangkan, selain menjadi terobosan bagi KKP, juga dapat menjadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi daerah yaitu terjadinya peningkatan peran terhadap PDRB (Produk Domesik Regional Bruto), peningkatan konsumsi ikan masyarakat lokal, peningkatan akses pasar produk perikanan dan peningkatan kesempatan kerja di desa,” terang Yayan.

Sementara itu, Arif Wibowo, Kepala BRPBATPP, mengungkapkan bahwa FGD Kampung ikan dewa ini merupakan inisiasi yang didasari atas keberhasilan transfer teknologi pakan formulasi untuk percepatan pematangan gonad induk, pembenihan dan pembesaran ikan dewa yang dilaksanakan di Kabupaten Sumedang sejak 2019.

Hasil penelitian yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mas Tri Djoko Sunarno (Peneliti BRPBATPP) tersebut telah memperlihatkan bahwa dengan aplikasi pakan formulasi, pematangan gonad induk ikan dewa dapat menjadi lebih cepat, sehingga pembudidaya dapat memijahkan ikan 3-5 kali dalam setahun dan tidak tergantung pada musim pemijahan.

Teknologi ini pun telah terbukti berdampak signifikan dengan meningkatnya produksi benih ikan dewa yang secara langsung meningkatkan penghasilan pembudidaya ikan dan mengurangi ketergantungan terhadap penangkapan ikan dewa di habitat aslinya.

Hal senada disampaikan Dedin Khoerudin, Pembudidaya ikan dewa sekaligus sebagai Ketua UPR Mina Kancra Ciburial, Sumedang, yang menyatakan bahwa setelah adanya teknologi pakan formula dan bimbingan penyuluh perikanan setempat, produksi benih ikan dewa pada tahun 2018 yang hanya berjumlah 30.000 ekor per tahun dapat meningkat secara signifikan menjadi 120.000 ekor per tahun pada tahun 2021.

Kondisi ini meningkatkan penghasilannya yang awalnya 3,7 juta per bulan menjadi 8 juta sampai dengan 10 juta per bulan.

“Saat ini telah ada sekitar 40 orang petani di wilayah Kabupaten Sumedang yang melakukan usaha pembenihan, pendederan dan pembesaran ikan dewa,” ungkap Eko.

Dosen Faculty of Business, Economics and Social Development, Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Dr. Yuary Farradia, sebagai narasumber pada FGD ini menyatakan bahwa dalam membentuk kampung ikan dewa, selain faktor IPTEK budidaya, sangat penting mengintegrasikan rantai pasok ikan dewa dalam rangka keberlanjutan ekonomi, sosial masyarakat dan lingkungan.

Rantai pasok dalam bidang budidaya perikanan akan berkaitan dengan faktor input produksi (pakan, induk dan benih), pengolahan, penampung, retail, sampai dengan penjualan ke konsumen baik dalam dan luar negeri.

Disamping itu juga perlu adanya pengembangan model bisnis yang relevan dengan potensi wilayah yang akan dikembangkan, sehingga kampung ikan dewa tidak hanya sebagai sentra produksi ikan, tetapi memiliki potensi edu-tourism dan eco-tourism yang akan bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, narasumber lainnya yakni Dosen Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Prof. Dr. Haji Amran Haji Harun, menambahkan bahwa dalam pemasaran ikan dewa atau mahseer di Malaysia, digital marketing banyak membantu pengusaha dalam mendapatkan pasar untuk penjualan produknya baik dalam dan luar negeri, membangun strategi pemasaran, melihat persaingan dan kisaran harga jual.

Digital marketing yang telah diterapkan melalui Facebook Market, Shopee, Lazada, Tokopedia, Bukalapak dan e-commerce lainnya dapat memperluas pemasaran produk sampai ke luar negeri, sehingga konsumen akan tahu keberadaan produksi ikan desa yang unggul dan harga yang lebih kompetitif.

“Di Malaysia hanya golongan masyarakat atas saja yang dapat menikmati ikan jenis ini, sehingga apabila pasar mengetahui bahwa di Sumedang memiliki ikan dewa dengan harga kompetitif, kemungkinan permintaan pasar terhadap ikan ini akan meningkat,” jelas Amran.

Komentar
Share31Tweet19SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Program Padat Karya Sektor Kelautan Serap 4.600 Tenaga Kerja

Indonesia Kembangkan Modelling Budidaya Ikan Nila Salin

Presiden Jokowi meresmikan Modeling Kawasan Tambak Budi Daya Ikan Nila Salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budi Daya, Kabupaten...

Program Padat Karya Sektor Kelautan Serap 4.600 Tenaga Kerja

Keberhasilan Pembudidaya Ikan Kakap Putih di Kepulauan Meranti

Pengembangan kawasan perikanan budidaya dengan nilai ekonomi yang tinggi menjadi sasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terutama pada komoditas berbasis...

3 Terobosan KKP Genjot Subsektor Perikanan Budidaya

KKP Cairkan Rp20,9 Miliar ke 530 Pelaku Usaha Perikanan

Tenaga Pendamping Usaha (TPU) yang direkrut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama tahun 2021, terbukti cukup efektif dalam mendekatkan pelaku...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In