ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Senin (27/1), dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 08.15 WIB, bertolak menuju Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
Dalam kunjungan kerja tersebut, setibanya di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Presiden akan langsung menuju PT PAL Indonesia (Persero) di Surabaya untuk meninjau kapal selam KRI Alugoro-405.
Sebagai informasi, kapal selam Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari batch pertama kerja sama pembangunan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME).
Keberhasilan pembangunan kapal selam Alugoro menjadikan Indonesia satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam.
Setelah itu, Presiden akan menuju hanggar fasilitas produksi kapal selam untuk meninjau panel overhaul kapal selam KRI Cakra-401 dan dijadwalkan untuk memimpin Rapat Terbatas tentang Kebijakan Pengembangan Alat Utama Sistem Senjata (alutsista).
Usai kegiatan di PT PAL, Presiden akan menuju Wahana Ekspresi Poesponegoro, Kabupaten Gresik, untuk menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Setelah penyerahan sertifikat, Presiden akan menuju Bandara Internasional Juanda untuk kemudian lepas landas kembali ke Jakarta.
Sekilas KRI Alugoro-405
Dilansir dari Radar Surabaya, KRI Alugoro mempunyai dimensi panjang 61,3 meter dengan kecepatan 21 knot di bawah permukaan air. Kapal ini mampu berlayar lebih dari 50 hari serta dapat menampung sekitar 40 kru. Lifetime-nya mencapai 30 tahun.
Bobot total kapal selam tersebut 1.460 ton saat muncul di permukaan dan 1.596 ton ketika menyelam dibawah permukaan. Kapal selam ini menggunakan teknologi mutakhir dan keunggulan peperangan di bawah permukaan.
Nama Alugoro sendiri diambil dari cerita pewayangan. Alugoro merupakan salah satu senjata berbentuk gada milik Prabu Baladewa. Saudara Prabu Kresna itu merupakan tokoh wayang yang dikenal adil, tegas, dan jujur.
Senjata alugoro yang dimiliki Baladewa merupakan hadiah dari Batara Brama, guru dari Baladewa yang mengajarkan berbagai macam ilmu. Senjata yang memiliki kekuatan dahsyat ini diberikan Batara Brama kepada Baladewa setelah dinyatakan lulus menuntut ilmu, berbentuk gada dengan kedua ujungnya yang runcing.






















